looking for?

Loading...

Trending Topics

.

.

Wednesday, February 08, 2012

Pidato: "Jas Merah"


 Assalamualaikum wr.wb.

Yang terhormat bapak kepala sekolah,
Juga Dewan Guru dan Staf TU yang saya hormati,
Dan teman-teman sekalian yang berbahagia..
Sebelumnya marilah kita haturkan sebanyak banyaknya rasa syukur dan terima kasih kepada Allah SWT, karena hanya oleh rahmat dan hidayah-Nya sajalah pada kesempatan yang berbahagia ini kita bisa berkumpul disini. Berkumpul di tempat ini untuk turut memeriahkan hari jadi Indonesia kita tercinta yang ke 67.

Merdeka! Merdeka!

Hadirin sekalian, kita semua tentu tahu bagaimana peliknya sebuah proses yang  kita tempuh hingga sebentuk kemerdekaan bisa benar-benar kita genggam. Dan tak terasa, kemerdekaan kita telah berlangsung selama 67 tahun. Meski itu merupakan waktu yang lama, bangsa kita hingga detik ini masih belum bisa disebut merdeka seutuhnya. Itulah mengapa masih menjadi tugas kita sebagai yang wajib berjuang di zaman ini untuk mengisi kemerdekaan yang telah bangsa kita raih.

Hadirin yang saya hormati, berbicara soal mengisi kemerdekaan, banyak sebenarnya cara yang dapat kita lakukan. Salah satunya adalah dengan menjalani apa yang kita tekuni dengan sebaik yang kita bisa. Bukan hanya sebatas melakukan pekerjaan, tapi juga mengabdi padanya. Karena untuk kita, perjuangan bukan lagi soal menghunus pedang dan menjunjung bambu runcing. Kita bisa berjuang dengan cara kita masing-masing.

Selain dari pada itu, Hadirin sekalian, masihkah anda ingat istilah ‘Jas Merah?’ Ya, salah satu quotes Bung Karno yang terkenal itu pasti kita semua tahu. Seperti bunyi ungkapan itu, ‘Jas Merah, jangan sesekali melupakan sejarah.’ Disini diterangkan bahwa adanya sejarah itu sangat penting sehingga tak pantas dilupakan. Mengapa? Karena sejarah sendiri adalah identitas bangsa, sejarah adalah catatan masalalu kita. Catatan dimana semua hal buruk dan baik yang pernah kita alami tercatat.

Hadirin yang berbahagia, dengan mengingat sejarah, kita bisa mendapatkan banyak hal. Pelajaran, kala kita mengingat hal buruk yang pernah terjadi. Tekad, kala kita mengingat kemenangan yang pernah kita genggam. Dan kecintaan terhadap bangsa dan negara saat kita menyadari seberapa banyak yang telah negara berikan pada kita. Setelah itu, tentu akan muncul pertanyaan di benak kita ‘Apa yang sudah kita berikan pada negara?’ Dan mengabdi padanya adalah satu-satunya cara yang bisa kita lakukan untuk negara. Mungkin akan sangat sulit menghapus KKN, membersihkan pemerintahan dari suap menyuap, membebaskan rakyat dari kemiskinan, mewujudkan pendidikan murah, dan masih banyak impian-impian negara kita yang selama ini seolah hanya sekedar testimoni belaka, tapi dengan memiliki anggapan ini, dengan mencintai negara sepenuhnya, itu semua bukan hal yang mustahil.

Sekali lagi hadirin sekalian, dari sepenggal kalimat itu saja kita bisa merasakan banyak hal, kita bisa bangkitkan jiwa patriotisme kita yang selama ini tertidur. Kita hidup dalam satu kesatuan, dalam satu wilayah dan identitas yang menaungi sejak moyang-moyang kita. Kita tak seharusnya hidup secara egois dan terpisah-pisah, karena sesungguhnya kita berakar pada sebidang tanah yang sama. Jika kita bisa memberikan sedikit saja bagi negara, maka seluruh bagiannya akan turut merasakan.

Jadi, Hadirin sekalian, mulai sekarang kenanglah kembali sejarah, hingga akan bangkit rasa cinta kita kepada negara. Indonesia saat ini sudah sebegini carut marut keadaannya, jika bukan kita, siapa lagi yang bersedia mencintainya. Hingga saat kita telah mencintai negara, kita akan mulai belajar untuk mengabdi, dan pengabdian itu akan menjadi kunci yang akan membuka pintu menuju kemerdekaan utuh yang kita impikan.

Semoga apa yang sama sama kita cita-citakan untuk dapat segera mewujudkan kemerdekaan yang utuh bagi Indonesia dapat terwujud. Yang bisa kita lakukan hanya berusaha dan berdoa, sementara Allah yang akan tentukan. Dan sesungguhnya tak ada sesuatu apapun yang mustahil bagi-Nya. Asalkan kita tetap pada prinsip untuk memberikan yang terbaik, Insya Allah kita akan senantiasa diberi kemudahan.

Yang terakhir, saya ucapkan banyak-banyak terimakasih karena hadirin semua telah bersedia menyimak sejak awal hingga akhir. Mohon juga dimaafkan apabila terselip salah-salah kata. Selamat berjuang, selamat mengabdi pada bangsa dan negara kita tercinta!

Dirgahayu Indonesia! Merdeka!

Wassalamualaikum wr. wb.





No comments:

Post a Comment