Trending Topics

.

.
Showing posts with label photos. Show all posts
Showing posts with label photos. Show all posts

Monday, July 27, 2015

Selamat Ospek

 Nikmati aja, yg jadi favorit saya di saat seperti ini kebersamaan keluarga akan teruji~

Sekali lagi, selamat ospek, semoga menyenangkan~


Wednesday, December 18, 2013

Seminggu di Penghujung Semester Satu

Terlalu mainstream kalo saya bilang 'rasanya baru kemarin', tapi ya gimana lagi, kalo diliat dari sisi dimana saya berdiri detik ini, waktu-waktu dibelakang rasanya memang terlalu cepat berlalu. Lucunya, hari dimana saya membaca tulisan ijo di snmptn.ac.id kalo saya diterima di Jurusan Sejarah Universitas Gadjah Mada itu terjadi tujuh bulan yang lalu. Ketika itu tanggal 27 Mei, pengumuman dimajukan. Paginya dengan tampang tak terdefinisikan, saya masih main ke sekolah, melihat tampang-tampang lain yang juga tak terdefinisikan. Lawakan dan tawa-tawa tanpa kata anggun dan santun mungkin mengalir seperti biasa, tapi tiap-tiap dari kami tahu, kalau kami satu sama lain memelihara bisul sama besar yang akan meletus sorenya.

Sekarang, setelah melalui berbagai proses, sempat menganggur dan menikmati sesi penggemukan yang tak disengaja (ya mana mungkin saya menyengaja menggemukan diri?!) selama beberapa bulan, dan mencicipi apa yang dinamakan perkuliahan, bertemu dan menyegani banyak orang serta menjadi candu oleh atmosfer baru, ternyata saya sudah sampai di penghujung semester. Ada banyak sekali hal yang terjadi, bagaimana saya yang males ini harus membiasakan diri mengurusi kerapihan diri serta tempat tinggal seorang diri, bahkan sampai sempat mendapat teguran dari Yang Maha Kuasa dengan dua butir (?) kelabang, menunaikan kewajiban dengan waktu yang tak seragam setiap harinya, dan menjalani hidup secara normal dan bahagia sebagaimana anak muda pada umumnya.

Pola pikir saya sedikit sudah terpengaruh oleh kuliah-kuliah selama empat bulanan ini. Well, sekarang, gak tau kenapa, bawaannya kalo orang awam berkoar-koar tentang sejarah dengan pedenya (sama saja seperti yang saya lakukan dahulu sebenarnya) bawaannya sweatdropped. Soalnya guyes, terlalu banyak, terlalu banyak kegelapan dibalik kegemilangan yang hanya kita ketahui selama ini. Ibarat kata seperlima dari gunung es yang nampak di permukaan laut, sejarah yang ditutup-tutupi dari orang awam adalah gunung es yang gak kebagian tempat untuk eksis dan lantas dendam hingga menelan tumbal Titanic yang jadi legenda Atlantik Utara. Sejarah itu bukan benar atau salah, kanan atau kiri, pahlawan atau pemberontak, hitam atau putih, tapi semua warna. Kekuatan sejarah adalah eksplanasi yang empiris sekaligus dekat dan menyeluruh dengan bantuan "multidimensional approach". Objektivitas hanya ada di peristiwa aslinya, subjektivitas mutlak ada, dan metodelah yang membedakannya dari sekedar omong kosong dan cenahyangan belaka.

Adaptasi saya disinipun sudah meraih posisi yang nyaman. Doa saya sekian lama benar-benar terkabul, dan rasanya luar biasa. Rasanya saya masih ingat sensasi gundah yang luar biasa menjelang kepindahan, bagaimana saya merasa benar benar jauh dan sendirian, dan seberapa parah saya homesick sampe nangis tiap malem di kamar. Dalam hari hari awal itu, doa saya masih sama, saya meminta untuk didekatkan kepada orang-orang yang baik dan bisa membahagiakan saya, dan sekarang semuanya benar-benar terjadi. Kelas dimana saya berada ini adalah kelas ternyaman yang pernah saya tempati. Mungkin homoegnitas minat dan pola pikir yang menyatukan kami. Meskipun diantaranya ada beberapa orang diluar kelompok, mereka hanya individu atau kelompok kecil yang sangat minor dan tak demikian membelot. Yang lain hanya menanggapinya ringan sejauh apapun dampak kekacauan yang bisa mereka timbulkan sebenarnya bisa memecah belah kami.

Beberapa kali, nampak seolah ada masalah serius yang datang menghampiri. Kami kemudian membuka forum untuk meluruskannya, tapi di kemudian hari forum tersebut malah menghasilkan masalah baru. Tapi sebagaimana yang saya katakan, persoalan pelik semacam ini hanya untuk sebagian kecil orang, minor, amat minor. Sementara yang lain sewarna dengan pemikiran saya, tak pernah betulan menganggap ini masalah.

Satu semester yang diawal terlihat amat sangat panjang kini sudah menyentuh akhir. Beberapa mata kuliah sudah menutup buku presensi dan menuntaskan evaluasi. Untunglah di semester depan, mata kuliah yang diambil masih paket dan kesemuanya wajib, karena buat saya pribadi, rasanya pasti sulit mendapati kelas ini tak lagi berpadu dalam satu kesatuan. Ketika nanti kami telah dipisah-pisah oleh spesialisasi, entah akan seperti apa jadinya. Sementara itu masih lama, saya ingin fokus menikmatinya.

Seminggu terakhir ini, kami dibebani beberapa tugas paper yang amat menyita waktu dan pikiran. Belum lagi, minggu depan adalah minggu tenang yang notabene merupakan garis start menuju ujian akhir semester. Beberapa diantara kami memutuskan untuk pulang, yang rumahnya agak jauh memilih untuk berhemat ongkos dan menahan diri, sementara yang rumahnya lebih jauh lagi harus lebih bersabar dan bersabar.

Pertemuan pertama kelas awesome ini secara keseluruhan terjadi di sebuah sore yang saya lupa tanggalnya. Jadwalnya ketika itu sebenarnya adalah technical meeting untuk Bratasena 2013. Dalam pertemuan itu, saya melihat beberapa wajah lama yang saya lihat di gathering selepas test toefl, dan wajah-wajah baru.

Kuliah pertama kami berlangsung di ruang A 203 dengan kuliah orientasi Pengantar Sejarah Indonesia oleh Prof. Bambang. Beberapa orang terlambat ketika itu dan saya sempat kena tegur akibat main ballpoint. Kami kemudian melalui sebuah step wajib maba sejarah yang dinamakan Siwaramudya. Dalam event itu saya mendapatkan sebuah nama. 

Berikutnya ada History Week, disinilah skuadron artistik pertama kalinya mengalami pelatihan resmi. Selama sekitar sepuluh hari, kami pulang hampir tengah malam untuk mengurusi tata letak, dekorasi dan artistik HW 2013. Dari acara inilah, dibentuk skuadron artistik yang tersiagakan untuk acara-acara berikutnya. Yang terakhir ada inagurasi. Event ini yang paling kerasa pahit manisnya. Event dimulai dari rapat pleno awal, disana kami menentukan susunan panitia dan saya kembali mendaftar di skuadron artistik. Selain itu, dibentuk skuadron darurat untuk menggalang dana yakni Skuadron Nasi Kucing. Skuadron ini menangani produksi nasi kucing demi penggalangan dana untuk inagurasi, dan saya turut terlibat didalamnya. Inagurasi ini prosesnya berlangsung cukup lama, mungkin sekitar 2 bulan, dan banyak letupan-letupan didalamnya. Tapi darisinilah saya semakin mengenal dekat beberapa orang. Meski hasilnya kami belum beruntung untuk menang di acara penutupan Bratasena ini, saya pribadi puas. Kami sudah mencoba apa yang kami bisa, selain itu, kami memiliki kompetensi mumpuni yang tak masuk kategori penilaian. Yang jelas, setiap usaha baik menghasilkan kebaikan, dan itu bisa kami rasakan sekarang.

Dalam dinamikanya, kelas ini sempat melakukan sebuah trip angkatan ke Semarang. Meski kunjungan itu terlampau singkat, lagi-lagi kami juga mendapatkan banyak hal dari sini. Kunjungan ini juga menjawab salah satu ambisi saya untuk pergi ke Little Netherland ini.

Disini saya memiliki beberapa dokumentasi perjalanan kami.

masterpiece squadron artistik yang diarsiteki oleh Rama

foto sama Gatot Rp 5000,-

WIP with Habib, sekarang ancur :v

posenya -_-

depan lawang sewu, kaya abis demo~


dibis mau ke Semarang

masih di lawang sewu

detik detik menjelang tampil~

poster inagurasi dalam semalam
Gatot dan Soeharto, dua ikon~

anglenya lumayan :v

isi posternya mantap XD

mau berangkat kirab~~


malam puncak History Week 2013, semuanya cokelat~


begitu kostum gatot jadi, foto bersama crew


Monday, November 18, 2013

Masihlah Kisah Cinta yang Sama

Guyes, sekali lagi hidup ini membuat saya terpana sekaligus senyum-senyum sendiri. Banyak sekali misteri yang ada di dalamnya, terkadang apa yang sebenarnya misteri itu meliputi hal-hal sederhana yang banyak tak kita sadari. Tapi inilah kenyataannya, sadar atau tidak, dengan campur tangan kita atau bukan, kehidupan adalah sebuah mekanisme ajaib yang nyata.



Suatu ketika di salah satu kelas, saya pernah di troll oleh seorang teman baru saya. Dia yang ketika itu duduk di sebelah saya bertanya saya suka sejarah apa. Saya bilang, saya suka Kolonialisme Barat, apapun yang kaitannya sama ekspansi kekuasaan Barat kesini deh, terutama sejarah Jakarta. Lalu dia melanjutkan, "Ayo coba kolonialisme sama imperialisme bedanya apa?" Dan disanalah saya kalah. Entah kenapa saya bisa kehilangan poin waktu itu. Bagaimana mungkin saya jatuh oleh pertanyaan yang demikian mendasar. Oke saya memang habis merehatkan otak saya untuk beberapa bulan, tapi saya pernah baca beberapa buku menarik, dan sepantasnya saya tak melupakan substansinya. Tapi sudahlah, tuan yang pernah menjatuhkan saya. Sekarang saya sudah lebih banyak membaca. Saya mungkin speechles soal sejarah militer dan persenjataan, tapi saya janji nggak akan kalah soal sejarah kolonial lagi. Saya angkat topi soal knowledgemu yang luar biasa, dan itu tantangan yang luar biasa juga buat saya.

Tadi di kelas paling istimewa sesemester, Pengantar Sejarah Indonesia, nostalgia tiba-tiba menculik saya untuk secara ragawi tidak lenyap dari kursi paling depan yang segaris lurus dengan meja dosen, tapi lenyap secara konsentrasi karena seketika layar proyektor menampilkan judul presentasi, saya kembali ke hari-hari Rabu semasa kelas satu SMP, sekitar jam 10, setelah olahraga yang disambung istirahat; kelas sejarah Bu Nanik Purwati.

Beliau sempat kami juluki Bu Rocker karena suaranya yang khas sekali. Jikalau sudah berurusan dengan sampah dan kedisiplinan di dalam kelas Beliau amat garang. Entah kenapa, saya yang sebenarnya amat urakan, sebodoan, dan susah sekali untuk bisa terikat baik dengan aturan ini kebanyakan justru memiliki guru-guru favorit semacam ini ya? Saya juga kurang tahu sampai sekarang. Yang saya mengerti cuma galak atau tidak itu bukan soal asal saya sudah lebih dulu suka. Dan saya cinta sekali dengan pembawaan beliau.

Professor kami bilang, apa yang diajarkan di sekolah selama ini, yang bahannya mengacu pada Sejarah Nasional Indonesia yang tak lepas dari pesanan politis ORBA, sejarahnya punya banyak kesalahan. Aru Palaka sang Kaisar Sulawesi di cap pengkhianat sebagai konsekuensi dari mengangkat Hasanuddin sebagai pahlawan. Simpelnya, beliau katakan sebagai "Gagalnya Historiografi Indonesia" yang terkenal itu. Sebagai antitesis, ketika diskusi selepas kuliah ini salah seorang teman saya mengeluarkan steatment yang cukup keras, "Berarti Institusi Keguruan itu penuh kebohongan dong Pak."

Tapi Professor tak lantas mengiyakan. Dan itu jawaban yang cukup melegakan. Katanya, "Kita nggak bisa bilang demikian, Mas. Memang mereka mempelajari apa yang akan mereka ajarkan di sekolah, tapi saya yakin anda-anda sekalian disini pasti memiliki guru sejarah yang hebat. Saya pun punya guru sejarah yang hebat."

So, Pak, I got it. Sejarah yang diajarkan di sekolah memang bukan sejarah kritis. Orang-orang diatas, para penyusun kurikulum misal, memang memiliki kewajiban untuk tidak mewarisi semakin jauh sebuah langkah yang salah. Memang tak ada sejarah yang objektif, tapi subjektif pun, objektifitas tetap adalah hal yang paling diusahakan seorang sejarawan. Beberapa guru mengajar bak menggunakan tutorial untuk memasang sekrup demi sekrup di sebuah mainan rakitan, tapi guru-guru spesial berimprovisasi dan menginspirasi. Membangun dalam mindset murid-muridnya lebih dari sekedar tujuan melainkan impian. Guru-guru seperti itulah yang beliau maksud saya rasa.


Di buku teks, saya tak menemukan nama Afonso de Albererquerque, tapi Bu Nanik memanggilnya berulang ulang hingga ia terngiang sampai sekarang di benak saya, bersama bayangan seorang Portugis berbaju merah. Di buku tak ada Dr. Nomensen yang Zending, atau Franciscus Xaverius yang Missionaris itu, saya baru menemukannya di buku lain beberapa tahun kemudian, tapi nama itu bisa demikian awet bercokol dalam benak saya. Dan masih banyak nama-nama lain yang berperan dalam dua kali empat puluh lima menit panggung sandiwara beliau yang membentangkan cakrawala sejarah yang demikian luas dari Perang Salib hingga Napoleon kalah dan tercetus Konverensi London. 

buku ajaib ini masih saya bawa sampe Jogja~

Buku tulis tipis saya ini hanya tilas yang terlihat, karena selebihnya Beliau telah melukis dengan indah di benak saya sehingga ketika saya membuka buku tipis ini di hari ini, ketika 5 tahun sudah berlalu sejak Beliau membawakan kisah ini di kelas, buku ini adalah jendela yang menyajikan dunia dengan segala warna-warninya yang indah dan perjalanannya yang menakjubkan dari masa ke masa. Mungkin tilas ajaib ini akan tetap saya bawa ketika suatu saat nanti saya ke Leiden.



ini foto catatan saya pas SMP~

Lima tahun setelah untuk pertama kalinya saya mendengar kisah ini, tadi dosen saya menerangkannya lagi. Bahasannya hampir sama, hanya berbeda di beberapa aspek partikuler saja. Dan ketika itu, perasaan saya berada di dua dimensi waktu berbeda, di sebuah kelas berlabel 7.6 disamping seorang bocah gila Fisika bernama Nurina Nidya, atau di ruang G.302 gedung Zoetmoelder FIB UGM, di sebelah seorang pelawak intelek yang expert Sejarah Jawa. 

Saya tak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum, bagaimanapun saya merasakan indahya jatuh cinta lagi, entah untuk yang berapa kali sejak saya pertama kali jatuh cinta pada mata pelajaran ini di kelas tiga SD dulu. Saya pernah berada pada situasi dimana saya merasa sangat tidak menikmati kelas, mati-matian menahan kantuk, memutar otak demi memasukkan materi yang samasekali tidak ramah, dan menjadi salah satu dari yang terbuang, orang-orang yang eksistensinya samasekali tidak berarti, orang-orang di garis tepi yang hanya bisa memancing keluar emosi guru. Setelah masa-masa berat itu, indah sekali rasanya jatuh cinta lagi, menemukan diri saya diterima dan bahagia. Terimakasih atas hidup yang penuh berkat ini Tuhan, apapun yang saya lakukan tak akan pernah melukiskan syukur yang semestinya.


Kadang saya tak sabar untuk mengetahui misteri apa lagi dalam hidup ini yang akan terbongkar dan memancing keluar selengkung senyum saya. Tapi ketika dorongan untuk itu muncul, saya mulai menahan diri. Menyiram api-api gejolak yang mulai muncul dengan air embun pagi hari, dan meyakinkan diri bahwa tak perlu sedemikian buru-buru. Saya hanya perlu menikmati alurnya dan menemukan saya menjadi orang yang bahagia nantinya, jauh lebih bahagia dari sekarang.


18 November 2013

Tuesday, July 03, 2012

Run for Love

Sport, kesannya pasti langsung laki banget =3=
tak perduli hampir dalam setiap cabang olahraga itu pasti ada kategori ceweknya

Dan apabila disandingkan dengan romance story baik dalam seni pertunjukan, buku, ataupun seni rupa, meh, harga diri romance-romancean pasti langsung anjlok tujuh belas level*emangsaham?!* dan lantas bercap cengeng dan feminim seketika. Tapi, bagaimana apabila kedua hal yang kurang lebihnya berlawanan itu dipadukan? Kira-kira kombinasi semacam apa yang mereka hasilkan? Hey.. tak semua hal yang berdampingan itu mesti sama dan sewarna kan? Sesuatu yang berlawanan justru bisa menciptakan kombinasi yang hebat dan kecenderungan untuk saling melengkapi, saya rasa begitu..

Baiklah, tanpa banyak basa-basi lagi berikut saya akan mempersembahkan kisah-kisah yang sekiranya dapat membuktikan bahwa Sportlife dan Romance adalah sebuah kesatuan yang selaras~



Sparkling Love Story of Ricardo Kaka

Kaka, siapa yang gak kenal Kaka? Para adek pun pasti punya Kaka#ngelawakluwan?hiks
Oke, saya akan serius. Seperti apa yang saya katakan, siapa pula yang nggak kenal pesepakbola asal Brazil ini. Yang sekarang merungkut di salah satu Club terbaik dunia, Real Madrid, meski sama Mou, udah jarang dimankan. Mungkin karena faktor usia, Kaka-pun nyatanya sekarang udah sering cidera. Oke, kenapa jadi bahas Real Madrid?
Dilansir dari pengetahuan saya yang teramat minim soal dunia sepakbola berikut trivia-trivianya, saya pernah dengar selentingan kisah wonderful dari laki-laki kelahiran 22 April 1982 ini. Ehm, sebagai seorang football player kelas atas, seorang Kaka pasti dong punya banyak fangirls, hidup dekat dengan kemewahan, dan lifestyle yang 'nggak sehat'. Tapi salutnya, seorang Kaka itu religius banget dan semua itu nggak membuatnya goyah untuk lantas berbuat diluar kendali norma agama yang sudah ia pegang teguh sejak kecil. Sampe akhirnya memutuskan untuk nikah sama Caroline Celico, pacarnya ya cuma satu, yakni Carol sendiri. Gaya pacaran mereka pun nggak 'panas' semacam kebanyakan orang sana pada umumnya.
Carol sendiri juga orang yang sepaham sama Kaka. Carol dikenal konservatif soal berpakaian, nggak pernah main 'buka-bukaan'*apaankali*, dan itulah mengapa media lebih kenal Carol murni dari kecantikannya, bukan anything more like hotness. Sampe sekarang, mereka hidup bahagia dengan anak pertama mereka yang lahir tahun 2008 lalu*beritabasi* dan anak kedua mereka. Saya juga pernah denger kalo Kaka, selepas main sepak bola, mungkin kalo udah gantung sepatu nantinya, mau mengerjakan sesuatu yang bisa memberi kontribusi terhadap agamanya, sedang buat Carol yang setia, tentunya ia sangat mendukung. Kaka selain main sepak bola juga ternyata ada bakat di dunia tarik suara. Ia pernah buat album duet sama isterinya yang lagunya ia tulis sendiri khusus buat Carol.*weeww..*

Yak, itulah pemirsa. Kisahnya Kaka mungkin bisa menyadarkan kita kalo..  "Someone good will find Better, and Someone Better, will find the Best"


Jangan sesenggukan terharu dulu*iloy*, mari kita lanjut ke lembaran kisah yang selanjutnya~~*terbangbawaharpa*


Fairytale of Casey Stoner and his Cinderella

Dari lapangan, mari kita pindah ke sirkuit. Oke, pokok bahasan kita kali ini tak lain dan tak bukan adalah seorang rider. F1? bukan. Gokart? Bukan lah.. Perahu Naga? Apalagi, emang perahu naga pake sirkuit =3=
Ceman-ceman, rider yang akan saya bahas ini adalah Rider Moto GP asal Australia yang pernah juara dunia 2 kali dan memenangkan 35 race. Siapa lagi kalo bukan Casey Stoner~
Lantas apa hubungan beliau(?) dengan Cinderella? Heheheh.. cuma akal akalan saya doang kok#Plakk masalahnya gini lho, love story mereka itu. Seorang Cinderella yang mendambakan pangeran kan nggak ubahnya sama seorang fans yang mendambakan idolanya. Nih, bayangin ya? kalian misalkan mengidolakan seseorang, nah terus, suatu ketika orang itu beneran bisa kalian dapati ada disamping kalian, mendampingi kalian secara nyata! Pasti rasanya dreamy banget kan? Bahkan demi stabilitas jiwa, biasanya kita hanya sekedar fangirling, dan membatasi untuk tidak berandai-andai terlalu jauh karena peluangnya bisa dibilang nol besar. Orang dia kenal lo aja nggak~#plakk
Tttapii.. inilah yang terjadi pada Adriana, awalnya, Adriana adalah seorang fans fanatik dari seorang Casey Stoner, tapi namanya jodoh, rejeki banget Tuhan mempertemukan mereka dengan cara yang begitu manis, jadilah, magnet beda kutub yang ada di dua dimensi berbeda itu akhirnya dipersatukan.
Adriana sama Casey Stoner nikah di usia yang bisa dibilang sangat-sangat muda, yakni Adriana 18 tahun dan Casey 21 tahun. Tapi, well sampe sekarang, nyatanya keputusan mereka buat nikah nggak sekedar kenekatan anak muda belaka. Bahkan, setelah kelahiran putri pertama mereka, denger-denger Stoner mutusin buat hengkang dari sirkuit. Yah, mungkin dengan banyak pertimbangan juga, secara resikonya gede banget buat menggantungkan hidup di lintasan balap. Yosh, semuanya terserah mereka saja sebagai yang menjalani#yaiyalah, apa urusanlo?

Saya hanya sekedar mengagumi kisah mereka yang bak dongeng ini, begitupun dengan anda kan?~



Iker Cassilas Fernandez's Story from Football Pitch

Jangankan buat orang yang memang menggandrungi sepak bola, buat yang awam juga pastinya taulah soal orang(?) ini. Yep, Iker Cassilas Fernandez yang dengan bangganya saya menyatakan bahwa tanggal lahirnya beliau(?) sama kayak saya, 20 Mei ekkekekek..*lahterus?!* Haha, hanya faktor kebetulan sih, toh nggak mungkin kami berdua kembaran, usia kami terpaut jauh bung~*jiah,gayalu* Terlebih lagi, pamor seorang Cassilas tambah melejit setelah baru kemaren nih, saya begadang buat menyaksikan langsung sang kapten dari Nankatsu*lukataWakabayashi?!* eh, Spain National Team mengangkat Throphy Euro 2012 hohohoho~
Pokoknya, yang liat dia di lapangan,*lapangan mana? lapangan tembak senayan? lukira baso* pasti akan terperangah sama kemampuannya dalam menjaga gawangnya tetap perawan(?). Yosh, akurasinya ituloh, mantap ><d*kyaa#plakk* Dan bukan cuma akurasi, seorang Cassilas itu yang patut diacungi jempol juga ialah profesionalitasnya soal aksinya di kolong gawang. Mungkin ini juga yang jadi sebab kenapa Cassilas itu jadi kapten baik di Real Madrid FC*clubnya* maupun di timnas Spanyol, padahal dia kan kiper. Padahal kan nih ya, Kapten itu biasanya striker gitu, semacam yaah.. anda para otaku pasti kenal, Tsubasa Ozora#dasarotaku -_-
note: maaf, saya otaku, jadi ngomongin apa juga pasti dibawa nyambung nyambungnya ke anime lagi, ke anime lagi~ 
Oke, baleek~
Kenapa Cassilas bisa segitunya dibilang professional? Karena yaah.. konsentrasinya itu nggak mudah banget buyar, nggak kayak saya*dih-_-*. Secara nih ya, waktu di Worldcup South Africa kemaren, ketika dia tengah berjuang di medan rumput, mengawal gawang, dua meter dari titik tempat dia berdiri, berdiri juga seorang Sara Carbonero yang nggak lain adalah pacarnya sendiri. Ih waww.. kalo orang laen, bisa dadah dadahan dulu kali ye?#ngaco
Bahkan, untuk sekedar tersenyum atau menoleh pun nggak. Tapi, yaah.. kita nggak tahu juga sih, dalam lautan tiada yang kuasa terka, begitupun dalam hatinya Cassilas gak ada yang tahu kecuali dia dan Tuhan. Mungkin juga, selama pertandingan, dikarenakan posisi berdiri Sara yang pas dipinggir lapangan, kemana tembakan-tembakan kenceng menuju gawang kerap nyasar, tiap ada bola ditendang keras kearah situ jantungnya Cassilas deg-degan sendiri, khawatir berat, 'aduh, ntar kalo pacar gua kegebok bola keras gimana? bisa pingsan dia' wkwkwk oke, boleh diabaikan, ini hanya fanfic :D
Sampe-sampe pernah ada wartawan inggris yang memojokan Sara Carbonero dan menuding bahwa ia merusak konsentrasinya Cassilas semasa Worldcup 2010 kemaren. wkwkwk kiperlo kali yang konsentrasinya rusak, England, liat aja bola udah ditangkep kok malah digelindingin ke gawang sendiri*didorongdarimenaraLondon*
Tapi, yah itu memang kenyataan dong, pers Spanyol sendiri malah nggak ambil pusing soal itu, toh nyatanya performa Cassilas emang tak terganggu.
Hey, sudah bicara sebanyak ini, lantas tahukah anda kenapa saya masukkan kisahnya Cassilas ke kategori ini? hm?
Gak tau? okelah, saya kasih tau. Gini lho, seorang Cassilas yang pemain sepakbola dan Sara Carbonero yang seorang reporter olahraga pacaran, jelas men, romancenya nendang(?). Liat aja kayak Tsubasa sama supporternya itu, yang setia ngedukung dia dari masih di tim ecek ecek, yang akhirnya kebawa cinlok. Ya, Cassilas juga gitu, sementara di lapangan itu cinta mereka disatukan dan tumbuh kian besar, di lapangan itu juga mereka dituntut untuk menjaga profesionalitas mereka, dilema yang tentunya nggak akan mudah diatasi begitu saja kan. Tapi meski dituntut profesional, intensitas pertemuan gak sengaja mereka juga pastinya sering kan, saling memandang meski hanya dari kejauhan, saling memikirkan dan mengkhawatirkan, dan menjadi pelipur duka sekaligus orang yang diajak membagi kebahagiaan. Kehadiran seorang Sara Carbonero pastinya jadi support yang luar biasa bagi Cassilas. Lagian, kalo kekalahannya dilaporkan sama pacarnya sendiri nggak elit juga 'kan? jadi harus menang~

ah, trivia nih, info apdet, makanya dengerin! Mereka kabarnya bakalan nikah dalam waktu dekat ini lho, selepas Euro katanya~
yaah.. selamat berbahagia kalo gitu XD


Baiklah pemirsa sekalian, sekian laporan dari kami
Saya Yuanita Wahyu Pratiwi, beserta sekalian crew yang bertugas melaporkan
See youuu~~ 

Monday, January 23, 2012

Everything Special Around Me

I don't like to be photo object, but I like to be the taker. Maybe I am not good at that, ah.. yeah! absolutelly I'm not good. But what I think about camera is, something can fix little bit lack of human. As human with so many lack, we can't remember every single inch of beautiful memories we ever had, but with this technology, we a little helped.
Yeah, I know, we can't life simply like in those old ages, but.. I still on my believe,
FUTURISTIC IS NOT TOO GOOD ><d#plakk
Okay, it's not a right time for me to campaign that issue.
Just enjoy them :)


I've posted this photo,
Yeah! a pink rose in my hometown~ 

this photo I took in farewell journey of my JHS
and the object, of course Prambanan Temple in Yogyakarta

I don't know, I just think that it is enough special

pink and golden I think are colours on this picture

looks round

sun from the grass

this is Menok, my cat.
she is almost 4 years old. And along her life this is her cutest poseXD 

children of Menok, Jijil and Jujul
this is their pure pose, not created by m























































































I'm showing to you how my life lasts as beautiful as a rose garden..

Yuanita WP, 2012

Saturday, January 21, 2012

Rolade

Anda sekalian tahu rolade?
yaah, entah persepsi apa yang akan muncul dibenak anda, yang jelas, rolade yang akan saya bicarakan di blog ini adalah seorang#coret#sebongkah gorengan dengan bahan baku berupa lembaran daun singkong yang direbus terlebih dahulu lalu diaduk bersama tepung terigu yang telah dibumbui dan digoreng garing#weehh.. :9

oke, ini samasekali bukan tulisan tentang resep gorengan. Karena, rolade disini hanya sebuah perumpamaan. yaah, perumpamaan untuk salah satu bongkah terindah dunia yang pernah saya lawati. of courseXD

dan yang saya maksud rolade itu adalah..
My Hometown, SALATIGA hohooho^o^

Di penghujung liburan yang lalu, liburan yang entah kenapa rasanya sekarang kaya angin lalu saja. Toh meski itu liburan lawase rong minggu#ngaco# oke, maksudnya lamanya dua minggu, tapi tetep aja terlalu sebentarr. MAU LIBUR LAGII!!! TT3TT
kembali ke cerita, di penghujung liburan lalu saya berlawat ke kampung saya*eh* kampung bokap ding.. ya Salatiga itu. Tapi meskipun itu bukan kampung dimana pertamakali saya hirup oksigen bumi, tetep, cinta banget deh kayaknya saya sama tu tempat#lebay,diinjek

Waktu itu saya berangkat hari kamis sore, padahal jelas seninnya udah masuk. mau tau kenapa? karena kita kesana kan juga karena disana ada acara. bukan nikahin orang atau sapi, tapi event tradisional taunan yang biasa disebut SAPARAN. Nah, berhubung selama 15 tahun lebih saya dilahirkan-dengan menyandangkan status sebagai seorang anak dari seorang yang dulunya warga asli sana yang kini menghianati kampungnya dengan merantau ke sebuah kota pinggiran sarat polusi. oke, sebut saja bapak saya.-saya samasekali belum pernah ngerasain turut serta dalam event itu berhubung jatuhnya pas sekolah terus, dan bapak saya pun belum pernah ikut event itu lagi semenjak beliau merantau kesini taun 1992, jadilah kami kesana~ lallalalalaa~

Kamis sore berangkat, keujanan di pul bis. dan akhirnya ganti baju, padahal setelan yang ane pake udah ane compose sedemikian rupa, udah ribet, dan kayaknya menurut ane juga udah oke gitu#plakk, eeh malah harus ganti hanya dengan selembar kaos oblong+jeans panjang gara-gara basah dan baju itu adalah yang terletak di urutan paling atas tas saya =__=

dalam hati? oh, MAANN!! tentu kecewa berat, saya berharap padahal bisa foto dengan background sunrise yang awesome banget disana juga dengan costume yang awesome pula, tapi jika sudah begini? ah, apa boleh dikata, saya pun tak akan foto macam itu sepertinya~(=,=)~

Oya, pas muleh kampung neng solotigo ndek kae aku ra karo nyokap#halah
translatenya gini: pas pulang kampung kemarin itu saya gak pergi sama nyokap. persis jadi cuma sama adek gue, bapake, dan jiwa raga saya sendiri. Kenapa nyokap gak ikut? karena memang sebulan yang lalu beliau udah pulang kampung nengokin mbah kakung di Jogja yang lagi agak turun kesehatannya, dan sempet mampir ke Salatiga juga. Jadi it's my turn dongg?? yagak 8D

Kembali kepada rolade =9
kenapa aku kaitkan salatiga, atau tepatnya desa Tolokan di kaki gunung Telomoyo dengan Rolade? ini karena rolade yang sudah matang itu hasilnya berelief, ada lembah, ada gunung, ada sungai, macam peta tiga dimensi gitu deh. nah, terus lagi, berhubung warnanya itu ijo-ijo gitu, itu seperti relief relief pegunungan yang diliat dari helikopter yagak? lalu, lalu.. tepungnya yang melapisi tipis permukaan daun singkongnya, bak kabut tipis yang senantiasa menyelimuti pucuk pucuk gunung meski cuaca sedang panas, panas persis rolade yang baru diangkat dari penggorengan#laper mode:ON#

nah, yang di piring ini yang bentuknya paling asing
dan warnanya  gak menarik itu yang namanya rolade
mirip kan sama relief pegunungan berkabut yang saya bilang?:3

Inspirasi soal rolade ini saya dapatkan begitu saya naik di mobil elp menuju Salaran. kenapa elp-nya gak saya tulis elf? soalnya tar fans suju yang baca ngomel ngomel lagi sama saya#kemplang. Oke, balik. Nah, pas itu saya nyampe sekitar jam 4 dan uihhh! MASIH SEPI MENN!!
gila, begini terakhir tuh saya pas umur 4 taunan mungkin, dan waktu itu, berhubung saya, ibu dan bapak dateng lebih dini hari lagi, akhirnya gara gara males nunggu kelamaan kita naik mobil sayuran. sekali lagi, MOBIL SAYURAN. berhubung kebanyakan penjual sayuran disana tuh bukannya ambil suply barang dari pasar induk melainkan dari petaninya langsung. sama si mobil sayur itu kita diajak jalan jalan. Ambil Jambu dulu, ambil sawi dulu, wortel, kubis, cabe, tomat dan masih banyak yang lainnya. dan semobil itu kita harus berbagi tempat sama berkeranjang keranjang sayuran+banyak ibu ibu tukang sayur. Tak apalah, itung itung agro wisata gratisXP

oya, terus pas baru nyampe di Pasar Sapi, itu rasanya macam jadi host acara adventure gitu. abis, samasekali masih sepi dan baru ada satu buah tukang gorengan yang bertengger di sudut pasar dan ramainya bukan main. akhirnya bokap beli gorengan disitu dan kamipun melanjutkan perjalanan dengan elp yang saya sebut tadi ke Salaran. Sekelumit perjalanan dimana datanglah ide untuk membuat tulisan ini.

Salaran, Tolokan, Getasan, apasih?! yaa.. itu nama daerah disana. memang namanya aneh aneh gitu. bagi orang awam ajasih sebenernya hahaha. Salaran itu saya masih gak tau sebenernya itu nama apa*yang tau kasih tau ya?#plakk* Pokoknya sepengetahuan saya itu nama gang besar tempat turun kalo naik elp. nah, dari gang itu bisa diterusin ke beberapa desa yang salah satunya namanya Tolokan. terus kalo gak salah ada yang namanya Bagongan, Gejalan, dan masih banyak lainnya.

Waktu naik elp, sayangnya masih gelap. padahal kalo udah terangan dikit aja, itu kita bisa liat villa villa yang unyu unyu abiss.. Itulah kenapa, dalam benak saya, saya begitu ingin untuk mewujudkan salah satu ambisi saya untuk memiliki sebuah villa gaya victorian dengan view yang cespleng disini. yaah, mudah mudahan kesampean ya~ Kembali soal Salaran. waktu itu kurang lebih kita sampe di Salaran jam 4.30. Dan itu masih sangat gelap sekali. tapi begitu bias bias cahaya matahari mulai menyelidik dari balik gunung, uwihh.. barisan cemara di sisi-sisi jalannya itu keliatan keren abis men. Ugyaaa~ pokoknya keren..
Disinilah latar yang gua bilang bagus banget buat foto itu, terlebih, sudah dua tahun begitu saya gak kesini, jadi.. uh only a word: wewww.....

Perjalanan dari Salaran sampe ke Tolokan itu tak bisa dibilang singkat men. Jauh, berliku, naik turun, uih, pokoknya bukan persoalan mudah untuk diatasi bagi kami bertiga yang udah kurang istirahat semaleman, tapi dengan gilanya bokap ngajak jalan kaki dan lebih gilanya lagi, tentu saja saya setuju :D

Soalnya kalo ngojek, serangkaian view keren itu bakalan kelibas dalam beberapa menit aja. Absolutelly rugi kan? oleh karena itu, biarpun kaki akan meringkel meringkel setelahnya, buat yang seperti ini gak akan ada ruginya..

Dari situ, dimulailah sekelumit perjalanan menyenangkan namun singkat saya:)



ini jalanan miringnya kebangetan 

mohon maaf karena akan banyak foto yang modelnya adek dan bapak saya ini


ayam :9


lenganku besar :p

Ini macam di Europe yak?#ngaco




perkiraan saya ini buah persilangan tomat sama cabe#ngaco



salah satu part-nya saparan nih
namanya kalo gak salah mbedah tuk


ini juga tuk


ini merbabu lhooo~



AAAA!!!


tiny mount

kebun sayuran

kudut :D




mi tomatito

pohon cabe

kembang ketumbar

raspberry~



gaya rumahnya minimalis tradisional

nah yang di depannya mahluk pink ini adalah rumahnya Mbah saya~



curam kannn?



widdow, eh.. window

unknown

~(=,=)~



garden 


itu mesjid tempat Sholat Ied

Best photo I took XD
that is.. nice rose! want this :O

ini style rumahnya traditional victorian gitu~
umauuu..!

Gunung Gajah :P

foggy Merbabu


siapa ini?
saya tidak kenal =3=

mengembara


pohonnya bagus kann??

itu semacem greenhouse tapi lucu hahhaha

bagus kann?#maksa

long stairs~
tapi fotonya bagus ya?#plakk


muntahan#eh.. air terjun ding haha

nama air terjunnya kali pancur kalo mau tau

berhubung warga lokal kita masuk ke sini gratis lhooooo~

liat, tangganya banyak banget kan?
itu belom seperberapanya lho


cemaranya unyuu


hanya pohon 

hanya jalanan



melas 


ini juga kayaknya lumayan enak diliat ya#plakk

di pinggir jalan~

hanya kaki =,=

tanpa kaki

warning, ini adek saya!

ugyaaa.. mau halaman rumah macam iniXD

ini juga TToTT

saya foto soalnya bagus aja gitu, eh ternyata objeknya kurang rapi u,u

























Beginilah Roladeku, Tolokanku, Salatigaku~
like what I've said in my older post, Ville Natale


My lovely hometown, Salatiga, Central Java
where I can walk in a rose garden
enjoy its beauty
see the colorfull of wild orchids
feel the cold wind blow arround my body
climb the mountain
and from that high place, we can feel that we're a little nearer to the sky



That is the only one place I can feel comfortable except my house. The first strange place make me fall in love with it self. A place full of inspirration in it each corner.


Je t'aime mon Ville Natale~