Trending Topics

.

.

Thursday, July 05, 2012

Desire of being a Writer

Selamat tengah malam semuanya~
memang, saya menulis post ini dengan latar waktu tengah malam

Kenapa harus tengah malam?
memang nggak bisa kenapa tidur dulu lalu melanjutkannya esok pagi?
Nggak takut hujan typo mbak?

hoho, mungkin itu yang ada di fikiran anda sekalian, tapi... sengantuk apapun, saya ingat saya pernah bilang kalau...


"Inspirasi tak tentu datang dua kali"

Jadi begini, ini malem, tepatnya malem kamis 5 Juli 2012, saya yang lagi mantengin blog sawangan ini tiba-tiba kangen sama FFn dan lantas, membukanya. Awalnya sih, jalan-jalan biasa di fandom langganan, baca-baca, review, liat karya-karya para senior udah pada sampe sejauh mana gitu. Eeh, tapi beberapa saat kemudian, kenarsisan saya muncul dan memprofokasi otak agar mengendalikan tangan saya untuk mengetik beberapa kata di kolom search. Yap, beberapa kata yakni

"Op de Pasar Malam",
debut saya di FFn

Nyahaha~ saya beritahu sedikit bocoran deh tentang saya#gakpentingbanget
Buat kalian nih ya, yang demen cekrak-cekrek di depan kamera hape, mengoleksi ribuan potret wajah kalian dengan berbagai mimik dari berbagai sudut pandang, lalu upload disana sini dan di-like banyak orang, itu masih bukan narsis sejati men!

Narsis sejati itu, semacam begini. Oke, nggak masalah nggak demen cekrak-cekrek di depan kamera, tapi memuji diri sendiri-meski kadang cuma berupa candaan atau lawakan aja-, gak pernah pesimis soal karya yang udah kita hasilkan sendiri, punya rasa percaya diri yang tinggi, dan yang penting, berdedikasi tinggi buat mengatakan dengan jujur dan lantang bahwasanya

"I'm the fans of my self"

Saya baca tulisan-tulisan saya sendiri sampe hapal diluar kepala dan sampe bosen. Selain itu, saya juga pasang banyak gambar hasil coretan tangan saya sendiri di kamar saya. Layar desktop saya juga pake background gambar saya sendiri. Inilah apa yang disebut narsis yang membangun! Karena, jika bukan kita, siapa lagi yang mau mencintai diri kita sebesar ini? ya 'kan?

Oke, kembali ke topik. Jadi, niatan saya buka lagi story lama saya yang kurang lebihnya saya tulis setahun yang lalu itu ya buat liat liat lagi. Meskipun saya tahu nggak bakalan ada yang berubah dari sana. Tapi, ternyata saya salah duga. Ada, TERNYATA ADA yang berubah dari sana, apa? ini dia...



Yeah, review yang terakhir kali saya check cuma ada 12, ternyata nambah jadi 13 saudara saudaraaa~
hem, bagi para FFnista kawakan, mungkin tiga belas biji review hanya lelucon, tapi bagi saya yang seorang newbie gak jelas ini... tiga belas rievew sungguh merupakan anugerah*clingcling*
Apalagi, saya beruntung memulai debut di fandom yang meski gak seramai Naruto, tapi sangat konserfatif. Bisa dibilang, fandom Hetalia Axis Power itu berbobot, meski banyak juga yang bilang ini fandom yaoi#pisss ><V

yang jelas, saya cinta tanah air beta ini~ Author-authornya itu kawakan, meskipun diantara mereka banyak yang nggak se-ngetren Author di Naruto, atau Inuyasha, mereka pasti punya skill yang jelas mumpuni di bidang tulis-menulis. Jadi, fanfic bukan semata pelampiasan atas sebuah hobi, tapi juga perwujudan karya seni yang dikemas secara ringan dan mudah dinikmati. Nggak jarang, fanfic-fanfic di Fandom Hetalia itu memuat cerita-cerita dengan bobot tinggi yang dalam proses pembuatannya memerlukan riset tersendiri. Saya pun begitu, meski riset yang saya lakukan itu nggak seberapa, hanya biasanya mencari info tentang tempat yang menjadi latar cerita saya agar dapat saya deskripsikan dengan cukup gamblang dan mencari info sejarah yang akan disisipkan sebagai trivia atau latar belakang cerita. Bahkan ada cerita yang muatannya benar-benar berat, sampe melibatkan sastra kuno dan penggambaran peristiwa sejarah yang pelik. Yah, pokoknya, banyak lah author yang 'serius' di fandom APH ini. 

Itulah mengapa saya cinta fandom ini dengan amat sangat~
Karena selain sekian banyak alasan diatas, fandom ini juga memberi saya ruang yang baik untuk menumbuhkan minat menulis saya, misalnya soal review. Saya banyak dengar soal flame, dan kerusuhan-kerusuhan yang lain yang terjadi di fandom lain, tapi sejauh ini untung saya belum pernah mengalami itu di APH. review yang saya terima justru.. itu... aah... bikin nangis~ Dari mulai ucapan selamat datang, pujian, sampai kritikan yang benar-benar kritis, jeli dan membangun. ><d

Dan sang review ketigabelas inilah juga yang membuat saya nekat nulis tengah malem begini. Berikut reviewnya


nggak bisa kebaca? mungkin bisa diperbesar, silakan kalo penasaran#kalo nggak yaudah
wkwkkwk

Rasanya itu... haaah...
ada desir tersendiri saat membaca review
pastilah, ada malunya, ada juga senengnya, ada banyak malah senengnya
apalagi, kalo sang reader dari reviewnya bisa menangkap betul apa yang kita maksudkan dari cerita kita tersebut. Nothing more exciting lah...

selain itu, ada review yang nggak akan saya lupakan seumur hidup saya. Yosh, secara ini review pertama bagi seorang amatir yang buta tulis menulis yang tengah mencoba meniti karir lewat dunia fanfiksi ini. Dan, trully, ini bikin saya nangis terharu~ meskipun ada malunya juga, abis bisa-bisanya gitu saya salah nulis konbanwa jadi kobanwa haaha~
Saya juga inget, baca review ini pas subuh-subuh abis sahur Ramadhan tahun lalu. Yang bikin saya lebih terharu lagi, ternyata sang reviewer ini bukan orang sembarangan dan saya sempet sedikit berkenalan dengan beliau(?) xD


selain itu, aku juga nggak bisa nggak cerita soal jasanya Nagisa Yoriko-senpai yang udah dengan baik hati mem-beta Op de Pasar Malam saya. Beliau juga review di Witte Kerst *fic kedua saya* dan pernah bilang kalo fanfiksi saya sempet masuk nominasi penjurian di IFA. Sayang, gugur gara-gara teknisnya masih amburadul. Tapi, gak papa... itu sudah merupakan, pencapaian yang luar biasa buat seorang amatir macam saya, dan saya nggak akan bisa apa-apa tanpa kalian semuaa~ (TTATT)

Kayaknya, cukup sampe sini aja ya, ceritanya. Hehe, udah kelewat malem banget sih. Oke, sebagai penutup saya akan berikan penjelasan mengenai kenapa saya nulis ini.

Semua itu, nulis, menerima review, kenalan sama orang-orang hebat, itu bukan hal yang main-main buat saya. Dan saya merasa sungguh sangat beruntung pernah mengalaminya. Mungkin ini juga yang saya jadikan pertimbangan soal profesi yang akan saya geluti nantinya. Saya fikir jadi penulis pasti bukan ide yang buruk. Itu bukan lagi hanya cita-cita buat saya sekarang. Lebih seperti sebuah tekad bahwa jadi apapun saya nantinya, saya akan tetap berusaha untuk setidaknya menerbitkan satu buku karangan saya sendiri. Karena semakin kesini, saya kira saya semakin kecanduan menulis. Menulis bukan lagi sekedar hobi buat saya sekarang, tapi juga perantara buat saya untuk menyampaikan pemikiran-pemikiran kritis saya ke hadapan publik. 



I love writing, and of course...
the desire of being a writer!

No comments:

Post a Comment