Trending Topics

.

.
Showing posts with label Videos. Show all posts
Showing posts with label Videos. Show all posts

Friday, November 15, 2013

Jeanne de Arc di Hetalia The Beautiful World Episode 15



Well, beberapa minggu yang lalu saya dapat tugas dari matkul favorit saya yakni Pengantar Ilmu Sejarah. Ketika itu, tugas kami adalah untuk mencari contoh suatu aspek sebagai kekuatan sejarah yang tercermin dalam sebuah peristiwa sejarah. Aspeknya macem-macem, ada umur, golongan, etnis, sex, ekonomi, budaya, dan masih banyak lagi. Kebetulan yang saya dapet waktu itu Budaya, padahal berhubung saya baru saja membaca "Perang Cina dan Runtuhnya Negara Jawa"-nya Remmelink, saya pengennya sih etnis. Soalnya, isu rasisme itu terdengar lebih sensitif.

Seorang teman saya yang mendapat tema sex kemudian langsung menemukan tugasnya beberapa detik saja setelah dia mendapatkan takdirnya. Dengan berapi-api, ia mempresentasikan penjelasan mengenai poligami King Henry VIII yang melatar belakangi terbentuknya gereja Anglican untuk pertama kalinya karena Gereja Katolik tak mengizinkan poligami. Sejak itu, King Henry benar-benar memutus hubungan dengan Gereja Katolik dan memimpin sendiri gereja di Inggris dengan nama Gereja Anglican. Bahkan sampai sekarang pun, ratu Elizabeth II jugalah masih pemimpin gereja Inggris.

Hal itu kemudian membuat saya makin buntu. Budaya itu luasnya luar biasa, dari bahasa, makanan, sampai korupsi itu semuanya budaya. Saya betul-betul nggak punya pegangan sampai saya membaca sedikit penjelasan di buku Pengantar Ilmu Sejarahnya Kuntowijoyo mengenai periodisasi historiografi Eropa yang lebih didasarkan pada kebudayaan dari pada politiknya. Setelah mengorek berkas lama di komputer saya menemukan Episode ini dan lantas semakin terinspirasi. Satu dua literatur pendukung kemudian menuntun saya untuk mulai bekerja dengan bahasan Zaman Kristen Awal yang saya kaitkan dengan Sang Perawan, alias La Pucelle, Jeanne de Arc.

Saya menggunakan sudut pandang film Joan of Arc yang mengisahkan bahwa Jeanne adalah seorang yang tumbuh di lingkungan religius menjadi seorang dengan religiusitas tinggi. Ia yang banyak dikatakan mendapat bisikan Tuhan lewat mimpi untuk menyelamatkan negerinya hingga kemudian bisa menang Orleans, menggulingkan pemerintahan sebelumnya yang bobrok dan mengangkat Raja baru bagi Prancis, lebih karena ketika ia masih kecil, desanya pernah diserbu pasukan Burgundy dan kakak yang amat disayanginya gugur dalam peristiwa itu karena melindunginya. Hal itu memicu tumbuh dendam amat besar dalam diri Jeanne. Selain itu, religiusitasnya kemudian juga dimaknai sebagai pemikiran over control terhadap dirinya sendiri hingga kemudian ia tak bisa membedakan mana yang ambisi pribadinya, mana yang keinginan Tuhan. 

Dalam sejarah, mestinya memang tak ada Pahlawan atau Pemberontak yang sedianya hanya merupakan orang-orang yang dijadikan simbol dan berderajat sesuai dengan dari sudut mana ia dipandang. Yang ada hanya orang-orang besar yang menjadi ikon dalam sebuah peristiwa yang meletup, lengkap dengan hitam putih yang ia punya. Tanpa mahkota atau borgol, melainkan keseluruhan latar belakangnya, apa yang ia bawa, miliki dan persembahkan kemudian. Sehingga ditengah ketidak mampuan lepas dari subjektivitas pun,  objektivitas masih merupakan hal yang diusahakan.

Lepas dari siapa itu Jeanne de Arc dan mengapa namanya demikian besar, ia telah lahir dan tumbuh pada zaman yang sulit. Zaman itulah yang kemudian menempanya menjadi seorang dengan pribadi sedemikian kuat. Pada akhirnya, seorang religius seperti Jeanne pun harus mati atas tuduhan sebagai pagan oleh Inggris yang sebenarnya justru pagan. Hal ini sangat mungkin mengingat pada zaman kristen awal, isu paganisme dan penyihir atau bahkan segala bentuk keuatan lain selain gereja ditentang keberadaannya. Kekuasaan gereja adalah mutlak, setidak masuk akal apapun itu, seotoriter apapun itu. Karena Jeanne sang Perawan pun, akhirnya harus mati dibakar atas tuduhan Bid'ah yang tak dilakukannya. 

Di Hetalia sendiri, Jeanne adalah satu-satunya manusia yang benar-benar dicintai France saya rasa. Yang jadi masalah dari Pairing super Angst ini adalah immortalitas mereka yang berbeda. Kalau France bisa menyaksikan pembakaran Jeanne tanggal 30 Mei 1431 dan kembalinya seorang mirip Jeanne di harinya yang sekarang bernama Lisa dengan sepasang mata yang sama, Jeanne hanyalah manusia biasa yang umumnya hidup tak sampai satu abad lamanya. Terlebih lagi ia yang harus mati muda dalam ambisinya. Tak ada setitikpun celah yang mengizinkan mereka berdua untuk bersama. Sampai kapanpun.

Dan ini kata-kata France yang membuat episode ini semakin spesial buat saya. 





To all People that get tossed about by history,
I always hope they'll be reborn into a normal life, fall in love, and end up living happily somewhere.
When I saw you, I thought God does wonderful things.
Be happy this time. It seems like my wish has already come true.


Akhir kisah, tugas itu pun dapat saya kerjakan dengan bahagia dan lancar prosesnya. Presentasi saya pun mulus meski sepertinya terlampau partikuler menjelaskannya. Tapi saya rasa cukup lah. Lagipula saya mengerjakan tugas ini dengan sangat senang hati. Itu nilai sempurna pertama saya, meski masih dari saya sendiri.


Yuanita Wahyu Pratiwi
15-11-2013

Tuesday, December 04, 2012

Soegija; Sejarah dan Kemanusiaan, bukan Propaganda Katolik






“Kemanusiaan itu satu, kendati berbeda bangsa, asal-usul, dan ragamnya, berlainan bahasa dan adat istiadatnya, kemajuan dan cara hidupnya. Semua merupakan satu keluarga besar.”

Beberapa minggu yang lalu, saya menghabiskan sore di rumah teman untuk membuat gambar yang di hari berikutnya akan kami serahkan sebagai seserahan simbolis kepada pihak sebuah universitas yang kebetulan kami lawati. Tapi beruntung, saya segera pulang tak lama setelah adzan maghrib kala itu, karena sesampainya dirumah saya mendapati banyak hal menyenangkan; sepotong rainbow cake  dan film berbau perjuangan rakyat Indonesia semasa kolonialisme. Apa lagi yang lebih sempurna dari ini?

Oke, saya akui, saya bukan seorang movie freak yang siap sedia mengantri di loket bioskop untuk menikmati setiap film terhangat yang baru rilis. Kebanyakan film layar lebar yang saya tonton malah baru sampai di hadapan saya begitu sudah turun kelas dan tayang di televisi. Bukan seorang apresiator yang baik? Ya, maaf kalau begitu. Tapi di kepala saya film bioskop terlanjur identik dengan mereka yang mainstream dan lumrah jadi tontonan manusia seusia saya, ringan-ringan saja, temanya umum, dan saya jujur tidak suka yang semacam itu. Saya lebih seperti semacam seorang pengagum jarak jauh, yang tetap mengapresiasi penuh karya berkualitas anak bangsa meski tanpa berkontribusi apa-apa#plakk. Setidaknya, menulis review semacam ini, salah satu yang bisa dilakukan oleh hanya seorang saya untuk mendukung kemajuan industri film Indonesia. Kita bisa mempersembahkan yang berkualitas, saya percaya itu.

Kembali kepada film perjuangan dan sepotong rainbow cake tadi. Waktu itu awal November, dekat-dekat dengan hari pahlawan, dan mungkin karena itu juga sebuah stasiun televisi nasional menayangkan film tentang seorang pahlawan nasional. Pahlawan nasional itu adalah Monsigneur Albertus Soegijapranata, SJ, seorang uskup pribumi pertama di Hindia Belanda, yang kisahnya diabadikan dalam sebuah film drama epik sejarah Indonesia berjudul “Soegija”.
Atas dasar pengalaman luar biasa yang saya dapat minggu malam itu, saya ingin berbagi sedikit review pada anda sekalian. Sekiranya anda memang belum menonton, atau sedang mencari hal yang bisa membuat anda kuasa menikmati pelajaran sejarah yang hafalannya seabrek dan membelit otak anda, saya merekomendasikan film ini.
***

Sekilas Soegija

Film ini disutradarai oleh seorang sutradara senior—Garin Nugroho—, yang sebelumnya sudah sukses menyutradarai diantaranya Dua Gerbong Satu, Daun di Atas Bantal, dan Cinta dalam Sepotong Roti. Di tangan seorang sutradara kawakan, tentu film yang tayang perdana di Bioskop tanggal 7 Juni 2012 ini sudah diprediksi bakal menjadi sebuah mahakarya yang sukses. Tak tanggung-tanggung biaya oprasional pewujudan film ini pun disinyalir mencapai 1,2 milyar rupiah. Tapi melihat kembali bagaimana apiknya film ini dikemas, biaya sejumlah itu memang dinilai cukup wajar.

Film ini melibatkan berbagai lapisan masyrakat dengan mengambil pemain dari berbagai latar belakang budaya yang beragam. Tak tanggung-tanggung casting pemainnya pun dilakukan langsung di Belanda demi mendapatkan figur-figur yang sesuai untuk memainkan peran sebagai tokoh-tokoh dalam film ini. Film “Soegija” diproduksi dengan format film perjuangan yang menggunakan teknologi modern sehingga sangat nyaman untuk dinikmati, diangkat dari catatan harian seorang Mgr. Soegijapranata SJ, dan mengambil latar Perang Kemerdekaan Indonesia hingga era RIS (Republik Indonesia Serikat) sekitar tahun 1940-1949. Film ini juga menampilkan tokoh-tokoh nasional Indonesia lain seperti Soekarno, Fatmawati, Moh. Hatta, Sutan Sjahrir, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Sri Paku Alam VIII, Jend. Soedirman, Soeharto, dll. untuk dapat menggambarkan pengalaman nyata seorang Soegija. Film ini banyak menampilkan tokoh-tokoh nyata yang dalam praktiknya difiksikan baik dari pihak Indonesia, Belanda, maupun Jepang—militer maupun sipil— dalam peristiwa-peristiwa keseharian yang direkonstruksi dengan cukup detil.


Sudut Pandang Albertus Soegijapranata sebagai Bingkai Cerita

Film ini berjudulkan nama, tapi bukan sebuah film biografi. Begitulah memang adanya, dan apa boleh dikata, kejeniusan seorang Garin Nugroho-lah yang ada dibalik semua ini. Film ini bukan menerangkan mengenai riwayat kehidupan seorang Romo Soegija tapi lebih kepada bagaimana kisahnya membingkai begitu banyak dan beragam kisah-kisah kecil lain di sekitarnya dengan kapasitasnya sebagai seorang pemuka agama, sekaligus penjujung tinggi misi kemanusiaan yang waktu itu sedang terombang-ambing penuh ketidak pastian.



Mulai dari kisah Lingling (Andrea Reva), yang merupakan seorang gadis kecil etnis Tionghoa Semarang yang ibunya menjadi korban kekejaman Jepang. Bagian kisah ini sedikit memroyeksikan pandangan kita kepada istilah fujinkau, perempuan-perempuan—kebanyakan dari etnis Tionghoa— yang diculik lalu dipekerjakan paksa sebagai pemenuh kebutuhan biologis serdadu-serdadu Jepang yang kerap kali diperlakukan diluar batas kemanusiaan. Beruntunglah kisah ini berakhir melegakan —dengan sedikit suntikan nilai Katolik— Lingling dipertemukan kembali dengan ibunya selepas berdoa untuk itu bersama Mariyem.



Lalu ada juga kisah dua orang pemuda Belanda, yakni Robert (Wouter Zweers) dan Hendrick (Wouter Braaf)—yang membuat seorang teman saya tergila-gila pada film ini, dan jujur sebenarnya saya juga#bah— yang karakternya luar biasa berlawanan. Robert adalah seorang yang ambisius, keras dan bagaimana, ya? Pokoknya abstak lah, hampir setengah physco begitu. Ia selalu berambisi menjadi seorang penakluk dan mesin perang yang hebat namun akhirnya tersentuh setelah menemukan bayi tak berdosa yang mengingatkannya untuk kembali pulang, membuatnya rindu pada ibunya, membuat setidaknya sisi manusiawinya kembali.



Lain halnya dengan Hendrick, seorang dokumentator yang menemukan cintanya ditengah perang. Cinta yang tak kuasa ia miliki juga —karena perang— kepada seorang gadis pribumi, Mariyem (Anissa Hertami). Mariyem sendiri adalah seorang translator yang kerap membaca puisi-puisi buatan serdadu-serdadu Belanda di sebuah usaha percetakan milik kerabatnya yang kerap kali melecehkan martbat perempuan pribumi. Salah satu hal yang akhirnya membuatnya semakin membenci penjajah namun tak bisa ia pungkiri cintanya nyatanya berlabuh pada salah satu dari mereka, meski sebenarnya sosok Hendrick samasekali tak seperti mereka. Wajar saja Mariyem luluh karena sesungguhnya Hendrick adalah sosok soft hearted, 180 derajat berlawanan dengan Robert. Mereka berdua hanya sama-sama terjebak dalam perang, itu saja. Mereka samasekali tak mengharapkan ini, terutama karena inilah, kisah cinta mereka tak bisa saling memiliki. 



Andaikata saya yang menyutradarai film ini*bah* mungkin saya akan lebih menyoroti kisah ini sebagai kacamata sejarahnya. Ya, jadinya mungkin akan lebih seperti Titanic atau Pearl Harbor, romansa di tengah perang begitu hahaha… berhubung saya memang seorang yang lebih menganut aliran yang sentimentil semacam itu. Karena buat saya, dengan begitu kita akan dapat meresapi cerita tanpa perlu berusaha, bahkan tanpa perlu diminta, cara tahu yang jauh lebih nyaman untuk dinikmati.



Kisah yang tak bisa di pisahkan dari film ini jugalah tentang Pak Besut dan microphone-nya. Narasi sejarah yang beliau sampaikan yang sebenarnya merupakan skenario sebuah siaran radio sesungguhnya merupakan sebuah narasi sejarah yang amat menggelora. Mungkin kalau beliau mengisi narasi pengantar pelajaran sejarah di sekolah, tak ada yang bakal mengantuk jadinya. Benar-benar representatif terhadap siaran radio perjuangan yang sebenarnya yang memang dimaksudkan untuk membakar semangat juang gerilyawan-gerilyawan kita.

Selain Pak Besut dan microphone-nya ada juga Soegito dan orkestra mininya yang mengetuk hati seorang Nobuzuki (Suzuki) dengan Bengawan Solo-nya. Juga cerita tentang anak-anak yang terpaksa tumbuh dalam perang, yang justru membawa kesegaran dan tawa kedalam film ini dengan tingkah mereka yang memaksa saya tertawa sampai keluar air mata. Apalagi adegan yang ini; "Prajurit itu kudu iso moco, tusuk A!" wkwk... koplak sumpah!


Bukan Bentuk Kristenisasi

Benar memang kalau beranggapan bahwa film ini diproyeksikan kedalam latar yang berbau Katolik. Dari ceritanya saja, mengisahkan kehidupan di sekitar gereja dengan bingkai cerita berupa kronik seorang Uskup pribumi. Mayoritas tokohnya pun berlandaskan iman yang sama, namun unsur Katolik yang anda temukan dalam film ini tidaklah sekeras espektasi anda ketika melihat teaser-nya tanpa suara yang banyak menampilkan setting-setting altar sekitaran Gereja.

Film ini sebagaimana yang dipaparkan oleh sebuah ungkapan seorang Mgr. Soegijapranata sendiri yang membukanya, adalah mengenai kemanusiaan. Film ini juga tak bermain dengan emosi. Ini bukan semata film yang menyoroti sebuah kisah sebagai kacamata sejarah semacam Titanic yang beraliran Romantis-Sentimental. Kisah semacam Titanic sangat melibatkan emosi karena kita disuguhkan sebuah cerita dimana kita akan sangat mendalami karakter tokoh utamanya. Sedang dalam “Soegija” kita tak diperkenankan mendalami karakter tokoh manapun. Kita hanya sekedar dikenalkan, diperbolehkan untuk sedikit mencicipi tanpa bisa terlampau jauh menikmati. Namun dari sanalah, film ini justru menuntut pengertian kita sendiri untuk mendalami nilai kemanusiaan secara murni.

Kurang lebih, karena itulah saya tidak setuju jika film ini dianggap sebagai Kristenisasi. Karena saya sempat dengar desas-desus film ini hendak di boykot karena mengandung unsur Kristenisasi. Pertama, Kristen, atau Katolik dalam hal ini, adalah salah satu agama yang diakui secara resmi di negara kita. Toh tidak sepantasnya jika film ini harus menuai protes hanya karena mengatasnamakan kaum minoritas. Yang kedua film ini jelas hanya ‘bernuansa’ bukan ‘bernafaskan’ Kristen. Kreator dan orang-orang yang terlibat didalamnya pun banyak yang merupakan budayawan, orang-orang yang umumnya memandang dunia dari sudut pandang mereka yang idealis, bukan mendukung atau bahkan berkiblatkan pada sebuah norma atau ajaran tertentu. Dari pada soal agama, film ini menurut saya lebih mengisahkan segi budaya. Bagaimana dengan anda? Segera simpulkan setelah anda menontonnya.

“Soegija” adalah sebuah kisah yang sudah baik sebagaimana adanya. Sudut pandang yang ditampilkan disini adalah yang menjadi unggulannya. Bagaimana seorang Uskup yang notabene adalah seorang pemuka Agama yang mayoritas dianut justru oleh golongan penjajah ini menghadapi peliknya suasana peperangan. Suasana yang mengharuskan dirinya menjadi teladan, sekaligus jajaran orang-orang yang semestinya pertama berkorban. Suasana yang menempatkannya dalam posisi yang sulit ketika dalam waktu yang sama dia harus membela hak umatnya sekaligus menolong mereka yang membutuhkan pertolongan, tanpa memandang mereka dari sudut manapun sebagaimana yang ia katakan bahwasanya ‘Kemanusiaan adalah Satu’.

***

Penasaran karena ocehan yang saya sampaikan diatas terlalu konyol dan berputar-putar? Tontonlah sendiri hohoho~

sebenarnya saya berniat menampilkan teasernya disini, tapi sayangnya belum bisa karena suatu masalah teknis. Tapi pemaparan saya diatas sudah cukup gamblang tentunya untuk ukuran sebuah review yang tak dilengkapi teaser~

Mungkin di lain kesempatan akan saya lengkapi.

Oh, iya! Adegan favorit saya yang tertayang disini adalah ketika Hendrick ke Hotel Asia dan dia nyanyi Als de Orchideeën Bloien bareng ibu-ibu resepsionis hotel yang nyanyi versi bahasa Indonesianya (Bunga Anggrek) dan ngiringin nyanyiannya Hendrick pakek Kentrung. HUAAHHHH XDD



Dan seperti biasa, sebuah soundtack untuk menutup sebuah review. Kali ini saya berikan salah satu yang sangat spesial untuk anda, cukup romantis kalau menurut saya.


Als de Orchideeën Bloien

Bunga Anggrek

Als de orchideeën bloeien
Denk ik steeds terug aan jou
Dan denk ik aan de zoete tijden
Hoe ik zoveel van je hou
Als de orchideeën bloeien
Ween ik vaak van liefdesmart
Want ik kan niet bij je wezen
g’lijk weleer, mijn lieve schat
Maar nu ben je van een ander
Voorbij is de romantiek
Kom toch terug bij mij weder
Jou vergeten kan ik niet
Als de orchideeën bloeien
dan denk ik terug aan jou
Denk toen aan die zoete tijden
toen je zei: Ik hou van jou

Artinya kurang lebih mengisahkan tentang perpisahan karena cinta yang tak bisa memiliki. Seorang gadis yang merana ditinggal kembali pria yang dicintainya ke negeri asalnya ktika perang usai. Lagu ini klop banget sama ceritanya Hendrick dan Mariyem, terlebih dari sudut pandang seorang awam perfilman seperti saya yang berusaha menikmati cerita ditengah segala keterbatasan kepekaan yang saya punya. Meskipun romansa dalam film ini hanya sekedar selentingan, tetap inilah yang membuat saya jatuh cinta.

Sunday, May 13, 2012

Nostalgia Seorang Otaku Season 3

Bonjour, mademoiselle, monsieur~

Selamat tiba kembali di blog ini dan selamat bertemu dengan saya lagi#oke ini bukan sesuatu yang perlu diselamati#

Sesuai judulnya 'Nostalgia Seorang Otaku', yang berarti ini merupakan postingan yang membahas anime anime jadul yang intinya, membawa banyak kenangan kembali kepada saya dan juga tentunya anda anda sekalian, kan~
Dan sekarang, tiba saatnya saya untuk membahas salah satu anime terfavo saya yang dibuat oleh Nobuhiro Watsuki-sensei, berlatarkan waktu peralihan antara zaman Edo ke Zaman Meiji. Bercerita tentang seorang battosai yang sudah tobat. Ada yang bisa nebak??
bisa?

tau apa?

yap!



Yuanitaruno Fn'A Proudly Present

ulasan
~RUROUNI KENSHIN~
a.k.a
SAMURAI X


Requested by: Adhera


Kesan seorang saya terhadap Rurouni Kenshin..

Pertama kali liat iklannya ini anime, kesan saya biasa-biasa saja. Bahkan agaknya saya cukup enggan untuk menonton berhubung saya memang nggak suka Action. Dan dalam presepsi saya kala itu, anime ini cukup mengandung banyak unsur Action. Setiap kali saya menonton film action itu pasti bawaannya ngantuk, seberapapun orang lain malah melek karenanya. Dalam anime Action lainnya pun, sebut saja Naruto, Bleach, atau One Piece, saya lebih suka bagian tenangnya, bagian kehidupan Ichigo dan kawan-kawan yang tenang di sekolah, bagian Naruto dan kawan-kawan udah selesai misi lalu merayakannya di Ichiraku, Jiraiya ngintipin cewek mandi, dan bagian perjalanan kru Topi Jerami setelah berhasil menaklukan satu pulau, dan hendak ke pulau lainnya, dimana Zoro tidur, Luffy menggila bersama Usopp, Franky, dan Brook, Robin bertengger di ujung geladak sambil membaca buku, sedang Nami duduk di meja makan sambil memandangi kagum Sanji yang sedang memasak makan malam#WHHHOOAAAXDD-oke.ini.fan.fic-
Mungkin anda sekalian berfikiran jika saya adalah tipikal orang yang lebih cocok dengan manga-manga dan anime-anime shojo, yang kalo gak berubah-berubahan pasti cuma seputar pacaran, suka-sukaan, pelukan, dan blablabla..

tapi,

Tidak juga~


Ternyata anime action juga menyenangkan, apalagi anime Action yang satu ini.
Yang ternyata setelah saya telusuri dan nikmati, saya justru kecanduan dibuatnya. Sangat kecanduan malah, dan anime ini membuat saya tersepona pada seorang chara..

*jengjengjeng*


KENSHIN HIMURA

unyuu kaaan XD
oke, saat tampangnya polos begini siapapun tak akan menyangka
jika dia dan battosai adalah orang yang sama

Name: Kenshin Himura, Shinta Himura
Alias: Battousai the Manslayer, Hitokiri Battousai
Race: Human
Gender: Male
Age: 28 years
Hair: Red
Eyes: Lavender
Height: About 5'2", 158 cm
Weight: About 106 lbs, 48 kg
Blood: Type AB
Status: Wanderer
Quote: "Huh...", "Oro..."
Voice: Eng->J. Shanon Weaver, Jpn->Suzukaze Mayo

Yang diatas itu biodatanya yang saya dapat dari salah sebuah situs. Dan sekarang, adalah bagian saya untuk menjelaskannya menurut persepsi saya sendiri. Dulu, waktu saya masih awam se awam-awamnya sama internet, saya buka sebuah situs yang menjelaskan jika Kenshin itu umurnya 28 tahun dan dulunya pernah punya istri OwO jujur saya kaget berat, secara mukanya unyu gitu XD

Di Anime yang tayang di Indonesia, seinget saya cuma sebelah-sebelah doang ceritainnya. Makanya, soal Kenshin yang dulunya pernah punya istri itu saya kira hanya kabar burung, dan setelah saya tonton movienya yang The Reflection, saya baru tau jika itu bukan hanya berita simpang siur

Oh, iya.. ngomong-ngomong, setau saya itu OVA-nya Samurai X alias Rurouni Kenshin ini ada empat, lima, atau enam gitu, tapi yang saya tau betul ya dua ini

Yang pertama, Trust and Betrayal (1999) sayangnya saya belum pernah nonton yang ini :(
Terus Yang kedua, Reflection (2001), kalo yang ini bahkan saya punya DVD-nya, mau pinjem? Inisih kalo menurut isinya Ringkasan seluruh cerita RK yang diambil dari POV seorang Kaoru.

Selain Versi OVA, Anime, dan Manga, RK juga di rilis dalam kemasan(?) novel (Voyage to The Moon World, Yahiko's Battle), video game, action figure tentunya, poster yang 3 diantaranya ada di kamar saya dan bahkan di rumah nenek saya ada satu poster Rurouni Kenshin di ruang tamu, dan mungkin saking merakyatnya ini anime, atau karena saking keren dan unyu-nya tokoh utamanya, atau karena anak seorang bos angkot besar menyukai RK dan mempropagandai ayahnya, atau apa lah yang jelas ini masih menjadi misteri untuk saya, kenapa coba Sticker Rurouni Kenshin kerap kali saya temui tersemat di angkot angkot?! mending bagus =__=V eh serius!

nah, gini poster RK yang ada di ruang tamu nenek saya, seriusan!


 Yang Berikutnya, Charcter ya~


Ngomong-ngomong soal anime action apalagi disini jelas tertera berjudul RUROUNI (pengembara), sudah jelas si tokoh sering melanglang buana, menggelandang(?) kemana-mana dan menemui banyak orang. Oleh sebab itu, tokohnya pasti banyak. Seperti layaknya Naruto, orang yang ditemui Naruto dkk di setiap misi kan beda-beda tuh, terus One Piece, beda pulau, beda musuh lagi, emm.. Bleach, abis Hollow, muncul Bount, abis Bount muncul Espada, abis Espada muncul Esmeralda aja sekalian sono#plakk. Wakakakkaka..
intinya tokoh-tokoh di Anime Action itu pasti banyak laah..
dan begitu juga dalam anime ini, semakin sering jalan-jalan, Kenshin semakin sering menemukan penjahat, dan semua penjahat yang ia temui itu diajak bertarung, lalu kalah oleh sakabato-nya, dan jadi baik, selalu begitu dan begitu ckckck
tapi herannya saya samasekali tak merasa jika itu klise, itu tetap keren XD

langsung saja~


Kenshin Himura
Sang Hitokiri Battosai yang sudah insyaf#plaak :D
Haha, yang diatas kan udah yang bagus bagus,
gapapa dong kalo sekarang yang gini haha~
oke, kembali menceritakan tentang si Charming ini. Pada suatu masa, tersebutlah seorang battosai yang bilamana tengahlah bermukim pada sebentang khazanah, dimana kisah ini bermuasal#halahhikayatan. Baiklah, hmm.. Kenshin.. yang terlintas di benak saya saat membayangkan pria ini samasekali bukan seorang battosai yang kejam, berhubung saya memang jatuh cinta pada pribadinya yang lain, kala kelam hatinya telah meluruh sempurna. wekekeekek sok balai pustaka#maap.

Dari seorang Kenshin mungkin saya mengetahui maknanya kedewasaan. Mungkin nih ya, waktu dia main bunuh bunuh orang aja itu, pas dia masih jadi battosai, dia itu masih muda men, masih labil#plakk-okeinifanfic-. Nah setelah insyaf itu dia mulai belajar dewasa, secara umur udah banyak, istri udah dua#disambitpakesakabatou. Setelah resmi Kenshin 'dipungut' sama Kaoru di episode pertama, dia langsung menjadi penghuni yang sangat membantu di dojo yang mulai ditinggalkan muridnya itu. Dari ngepel, nyuci, jemurin, nyari kayu, mancing buat nyari lauk makan, sampe manasin air buat sang nyonya rumah-Kaoru-mandi ckckck..  Kelewat baik apa gimana sih niorangg.. XD
tapi jusrtu itu yang keren dari dia, sementara Kenshin mengerjakan pekerjaan rumah, Kaoru malah asik berantem-beranteman*baca:latihankendo* sama Yahiko. Yaampun, unik banget kan ni pair?!XD
Seperti halnya Kurapica, ngomongin Kenshin juga nggak lengkap kalo gak ngomongin masalalunya, karena konflik dalam anime ini ya sumbernya dari situ. Waktu kecil, Kenshin itu namanya Shinta. Terus, dia merupakan satu-satunya pembantai yang disegani dan ditakuti di era Restorasi Meijii. Ketika perang usai, beriringan dengan kematian isteri pertamanya, Tomoe, Kenshin akhirnya memutuskan untuk menutup lembaran kelam hidupnya. Memutuskan untuk tak lagi hidup dari darah musuh-musuhnya dan mendamaikan diri. Mulai mengubur dalam-dalam identitasnya sebagai Hitokiri Battosai dan menjadi pribadi yang baru, yang menggunakan pedang tak lagi untuk membunuh melainkan untuk melindungi orang-orang yang dicintainya.




Tomoe Himura (Tomoe Yukishiro)
Sang isteri tua~#tendang
sipit banget yah?
Nggak, sih. Samasekali nggak tua, Tomoe malah nikah sama Kenshin pas umurnya baru 19 tahun, uehh.. Dia ini kakaknya Enishi yang bikin masalah di Samurai X: Reflection. Ceritanya, Enishi itu adeknya Tomoe, tapi waktu pas ngelahirin Enishi ibunya meninggal, jadilah yang menjadi sosok ibu bagi Enishi itu Tomoe, itulah kenapa dia sayang banget sama Tomoe, dan tentunya dendam pas tau kalo yang bunuh kakaknya itu Kenshin. Love story-nya sendiri yang terjadi antara Tomoe sama Kenshin itu adalah love story yang tak diduga, dan bekas luka X di pipinya Kenshin itu salam perpisahan dari Tomoe.



Kamiya Kaoru
Istri muda hoohohooho><#bhuaggh
ini doujin, tapi saya suka stylenya~
Cewek manly yang mewarisi sebuah dojo yang jaya pada masanya namun meredup seiring dengan kematian ayahnya dan orang-orang sirik yang mengedarkan berbagai fitnah dan isu murahan. Meski nantinya pun Kaoru hanya akan mengasuh seorang murid, itu tak sia-sia karena muridnya yang mantan pencopet itu akan jadi orang hebat yang memegang sakabatou warisan suaminya. Atau yang dalam kasus ini, masih menjadi pria lain yang perlahan mulai mencuri perhatiannya#eea. Dimulai pada episode pertama, saat dojonya diserang dan seorang awkward berambut merah dan berbaju ungu menolongnya. Sejak saat itu, ia menerima sang pengembara asing tersebut untuk berbagi atap dengannya. Di Dojo yang cukup luas itu, satu persatu benangan kisah mereka teruntai.Kaoru, tak dielak lagi merupakan orang penting yang membantu Kenshin untuk menata hidupnya yang baru. Penerus aliran Kamiya Kasshin Ryu ini pada akhirnya jadi isterinya Kenshin dan punya seorang anak kelewat tengil yang namanya Kenji Himura. Tapi akhir kisah mereka itu hebat, bukan sad ending, bukan juga happy ending, tapi jelas itu mengharukan. Di Samurai X reflection itu diceritakan detailnya, cerita tentang Kenshin yang hilang dalam perang dan lupa ingatan, beruntung dia masih selamat meski kondisi fisiknya sangat buruk. Ketika itu dia ditolong oleh Sanosuke yang ada di China, setelah kondisinya memulih, Sanosuke memulangkan Kenshin tanpa mengantarnya dan mengatakan bahwa, semua ingatanmu akan kembali ketika kau melihatnya (yang dimaksud disini Kaoru tentunya). Sementara Kaoru yang khawatir berat kesehatannya juga memburuk. Perang yang telah usai, banyaknya korban yang jatuh, dan kepulangan Kenshin yang tak kunjung ia dapati membuatnya risau, setiap harinya tanpa segan ia mengunjungi pelabuhan, berkeliling dan memandangi semua aspek darinya, berharap matanya menangkap sosok yang ia cintai tersebut. Hingga suatu hari, Kaoru tak lagi sanggup ke pelabuhan, tapi justru saat itulah Kenshin pulang. Mengikuti firasatnya, akhirnya Kaoru pun pergi meski untuk sekedar beranjak dari futon-nya pun sukar. Dan di sebentang jalan berpagar pohon sakura, dibawah guguran kelopak-kelopaknya, dengan sama tertatih mereka saling meraih. Berbagi dekap untuk yang terakhir kalinya.#Hiks HUEEEE TOT-sayanulisapaini?!-



Myoujin Yahiko
Cukup nangisnyaa~ mari kita bersenang senang sekarang >A< sebenernya gak harus seneng juga sih =_=
kenapa eskpresinya gini ya?
Anak yatim piatu yang berprofesi tak halal sebagai pencopet dan pengutil kelas mahir. Pas lagi sial atau beruntungnya, dia kebetulan ketauan kalo nyopet dompet-kalogaksalah- di pasar, dan karena itulah dia diselamatkan dan dipungut Kenshin. Ini seperti sebuah siklus, Kaoru diselamatkan Kenshin, lalu Kaoru menampungnya di dojo, setelah itu orang yang ia selamatkan-Kenshin- menyelamatkan orang lain lagi. Dan lama-lama dojo itu pun penuh oleh orang orang yang saling menyelamatkan. haha apadah ==
Oke, seperti yang saya sebutkan diatas bahwa Yahiko lah yang akan mewarisi Sakabatou yang telah merubah hidup Kenshin. Tetapi, lain dengan Kenshin, Yahiko tidak menganut style Hitten Mitsurugi seperti Kenshin atau Kenji, itu karena ia berguru pada Kaoru, bukan Hiko. Di movie Reflecion, Yahikonya udah gede, dia sudah punya Isteri namanya Tsubame kalo gak salah. Dan perlu digaris bawahi, Yahiko mungkin lebih berbakti kepada Kenshin dan Kaoru dibanding Kenji. ckckck
Seperti di first openingnya RK, Sobakasu, dimana salah satu adegan dalam videokklipnya adalah ketika Yahiko sedang bermain kendo di pinggir sungai, begitupun dia di kesehariannya. Dia juga yang menjadi 'perantara' antara Kenshin dan Kaoru yang semakin membuat manis hubungan mereka~ aa~
Dan ini trivia penting. Pernah di suatu episode, ada pangeran entah dari negeri mana mirip betul dengan Yahiko dan kebetulan mengalami kecelakaan. Pangeran itu kemudian diselamatkan Kenshin dan dibawa ke dojo Kamiya. Siapapun, pastinya terpelongo-pelongo begitu menyaksikan secara nyata bahwa ada dua Yahiko di depan mereka. Ya, pangeran itu memang sepertinya digambar dengan cara yang persis dengan Yahiko#yaiyalah orang mirip. Tetapi sifatnya berbeda jauh, si Pangeran itu sifatnya lembut, gak kayak Yahiko yang amburadul. Dan konyolnya, kemiripan mereka ini membawa seisi Dojo berkesempatan merasakan hidup sebagai anggota keluarga kerajaan. Makan steak memakai pisau dan garpu dengan awkwardnya ketika di keseharian mereka biasa menggunakan sumpit. Dan waktu makan itu, kenshin motong steaknya pake jurus wakakak Serius!





Sanosuke Sagara
Si kepala burung yang suka cekcok sama asparagusnya Juppon Gatana

Akrab disapa Sano, pria tinggi tegap ini dulunya memiliki tujuan untuk membunuh Kenshin. Ia bersama kelompoknya yang saya lupa namanya entah Shinsengumi atau apa, memang ditugaskan untuk membunuh hidup-hidup(?) sang Hitokiri Battosai. Tapi itu dulu, setelah Kenshin mengalahkannya dan Zanbatou miliknya terbelah dua, dia pun akhirnya mau mengakui kehebatan Kenshin dan berbalik haluan menjadi kawannya. Setelah Zanbatounya patah, Sano lebih memilih untuk bertarung dengan tangan kosong. Ia adalah pria dengan selera humor yang tinggi, serta cukup tahu banyak soal urusan cinta. Yah, meski hubungannya sendiri dengan Megumi rumit, tapi ialah yang kerap kali gedek saat melihat Kenshin yang segitu kelewat polosnya dalam menghadapi Kaoru yang sebenarnya ngarep banget =w=

Pria ini kerap ditemukan duduk santai di teras Dojo Kamiya dengan menggigit 'sebatang' rumput. Ia menggunakan ikat kepala dan pakaian putih-putih. Rambutnya cokelat, dan nama Sagara yang ada di belakang namanya sesungguhnya bukanlah nama aslinya. Itu nama belakang kapten Sagara, seseorang di masa lalu yang diidolakannya.
Di Samurai X reflection, gak dijelasin lagi gimana nasib hubungannya sama Megumi. Disana hanya dijelaskan bahwa selepas perang, Sano mengembara sampai ke China, dan kerjanya membantai macan-macan China maka kalau macan China punah, salahkan Sano#plakk.
Yosh, sepertinya begitu saja..


Soujiro Seta
huaa.. bishonen XD
Bagi para penyuka tipe tipe cowok uke yang shota atau innocent, pasti melirik yang ini. OPKORS, manusia ini unyuu banget. Yeah, ini Seta. Tapi kalo gak liat tampangnya yang gini sih menurut saya dia seme, superseme. Baiknya sih, saya tulis lebih banyak tentang Juppon Gatana berhubung grup yang di-imami oleh Makoto Sishio itu begitu berpengaruh di Samurai X. Tapi berhubung males, dan ini post udah kelamaan gak kelar-kelar, lebih baik kita bahas Seta saja. Soujiro Seta ini dikenal sebagai the fastest di Juppon Gatana. Pertarungannya yang sama Kenshin tempo hari itu bener-bener bikin gregetan. Tapi meskipun dia ini tampan, dan unyu, dan wajahnya juga terlihat selalu bahagia, dia punya masalalu yang tak menyenangkan.
Jadi gini kalo gak salah, ceritanya yah, si Seta ini kayak anak haram gitu. Dia itu hasil hubungan gelap ibunya sama ayahnya. Ayahnya itu bangsawan gitu, pokoknya darah biru lah, sedangkan ibunya cuma orang biasa aja. Tapi jahatnya pas dia udah gedean dikit, dia diizinkan tinggal disitu sama saudara-saudaranya tapi diperbudak abis-abisan. Disurung ngangkat-ngangkat karung gitu coba, padahal Setanya masih kecil. Itu juga yang membawa kebiasaan tersenyumnya sampai sekarang. Ia berfilosofi jikalau senyum itu tanda bahagia, maka sebuah senyumanpun bisa membuahkan kebahagiaan. Jikalau dia hanya menangis dan menjadi cengeng, mungkin belum tentu saat ini ia bisa menjadi salah satu orang paling dipercaya Sishio.
Setelah dewasa, Seta memutuskan untuk belajar pedang dan menumpahkan segala penyesalan terhadap hidupnya disana. Jikalau ada yang tanya siapa itu Tenken? ya itu dia juga..#gubrak




Oke oke, semuanya duduk yang rapi!
yah.. tak terasa kita sudah sampai pada penghujung acara, oleh karena itu sebelumnya, untuk menutup acara kita secara resmi, mari kita sambut, 'Judy & Marry-Sobakasu'!


Rurouni Kenshin's 1st Opening
-Sobakasu, Judy and Marry-





Daikirai datta sobakasu wo chotto 
Hitonade shite tame iki wo hitotsu 
Hebii kyuu no koi wa migoto ni 
Kakuzatou to issho ni toketa 
Mae yori mo motto yaseta mune ni chotto 
"Chiku" tto sasaru toge ga itai 
Hoshiuranai mo ate ni naranai wa 
Motto tooku made  
Issho ni yuketara nee 
Ureshikute sore dake de

I brush a little against 
Those hated freckles, and give a single sigh 
My heavyweight love splendidly 
Dissolved along with a sugar cube 
With a "tick", the thorn stuck 
in my thin chest hurt more than before 
Even a horoscope couldn't have predicted that 
If we could have been together 
Until we had gotten further, hey 
Just that would've made me happy

Omoide wa itsumo kirei dakedo 
Sore dake ja onaka ga suku wa 
Hontou wa setsunai yoru na no ni 
Doushite kashira?  
Ano hito no egao mo omoidasenai no

Memories are always beautiful, but 
With just them, your stomach will feel empty 
And the truth is, though this is a painful night 
I wonder why? 
I can't even remember his smile

Kowashite naoshite  
Wakatteru no ni 
Sore ga atashi no seikaku dakara 
Modokashii kimochi de  
Ayafuya na mama de 
Soredemo ii koi wo shite kita 
Omoikiri aketa  
Hidari mimi no piasu ni wa nee 
Waraenai episoodo

I understand 
I just break things and fix them 
But that's just my character 
With impatient feelings 
Ambiguous as always 
Nonetheless, it was a good love 
When I gave in 
And you got your left ear pierced, hey 
It's an episode I can't laugh about

Sobakasu no kazu wo kazoete miru 
Yogoreta nuigurumi daite 
Mune wo sasu toge wa kienai kedo 
Kaeruchan mo usagichan mo 
Waratte kureru no

I try to count all my freckles 
While hugging my dirty stuffed animals 
The thorn stuck in my chest won't disappear, but 
Froggy and Bunny 
Smile at me

Omoide wa itsumo kirei dakedo 
Sore dake ja onaka ga suku no 
Hontou wa setsunai yoru na no ni 
Doushite kashira?  
Ano hito no namida mo omoidasenai no 
Omoidasenai no 
Dou... La La La La La La 
Doushite na no?

Memories are always beautiful, but 
With just them, your stomach will feel empty 
And the truth is, though this is a painful night 
I wonder why? 
I can't even remember his tears 
I can't even remember 
Why... La La La La La La 
Why can't I?




sekian, au revoir semuanya~
yang berikutnya mau apa lagi?
Vampire Kinght? Kamichama Karin? Dr. Rin? Ouran Koukou Hostclub?
atau mau rikues apa?


-Yuanita WP, 2012-


Wednesday, March 07, 2012

Nostalgia Seorang Otaku, Season 2


Hola amigoooss~#eea sok spanyolan sekarang

maaf ya baru menepati janji. Habis, setelah minggu kemarin itu hidup saya kebanjiran peristiwa wonderful, minggu ini saya malah kebanjiran ide nulis. Malam sebelum ulangan MTK Senin kemarin aja, saya malah tulis post saya yang sebelumnya itu. Yang berjudulkan sebuah kalimat yang begitu kental akan nuansa Balai Pustaka,
"Kasih Tak Sampai"#halah promosi
tapi untung aja ulangannya diundur :9

Gak tau kenapa ini tiba-tiba ide membanjir. Yang jelas, semaksimal mungkin saya tidak akan let them gone begitu saja. Meski harus nyolong-nyolong waktu ngerjain PR, meski harus begadang sedikit, itu tak apa.. yang penting inspirasi dan passion saya tersalurkan:D

Oke, inilah apa yang saya janjikan tempo hari, saat saya mengepost sedikit tulisan saya dan Endingnya Jeanny With The Light Brown Hair

Yuanitaruno Fn'A Proudly Present

Ulasan
Hunter X Hunter
#halah



ENJOOOYY~~

Prakata: Dimata saya Hunter X Hunter itu..

Kurapicaa..
hahhaha~ tak sampai sepersekian detik setelah saya mendengar beberapa penggal kata yang mematenkan diri#atau dipatenkan oleh pengarangnya# sebagai judul salah satu Anime paling Legendaris tersebut langsung kata itu yang terlintas di otak saya.
Of Course, kata Kurapica yang saya sebutkan tadi tak jauh kaitannya dengan Hunter X Hunter atau demi kenyamanan tangan saya dalam mengetik, kita sebut saja HxH.
Kurapica itu salah satu main character di Anime Tersebut, ini kalo mau liat seberapa charmingnya diaXD

beneran charming kann??!XD

Huehhhehe.. itulah mengapa saya dengan bangga mengangkat, atau lebih tepatnya mengaku-ngaku dia sebagai kakak saya :D
Meski sekarang usia kita kurang lebih sama bang, sama sama 16 :(
Itulah enaknya menjadi kau.. Kau tak pernah menua bang#halahkokjadicurcolgini
Saya mengagumi chara ini sudah sejak lama, lama sekali, semenjak saya TK, karena memang petualangan saya dimulai disitu. Banyaknya anime yang tayang pada masa itu membawa saya terbujuk untuk masuk, hingga terjebak dalam situasi yang begitu candu akan mereka hingga saat ini. Tapi tak seperti soal anime tua yang lainnya, saya sempat amnesia soal HxH. Saya ingat, kala saya menonton salah satu episodenya dulu, kalo gak salah episode pas Killua sama Gon dapet paket dari helikopter yang semula dikira game Greed Island itu. Tapi saya nggak pernah inget-inget lagi hingga seorang big fans of  HxH membawa saya untuk kembali bernostalgia, err itu fuhrer saya..*piss Nad><V

Setelah itu kami sering ngobrolin tentang HxH, streaming di You Tube, hunting gambar, dan untungnya, tak lama Anime itu kembali ditayangkan di salah satu stasiun TV swasta sebut saja, Shifttoon..*krik*
Waktu itu seneng banget saya nonton Shifttoon. Anime-anime yang tayang berkualitas, dan jumlahnya lumayan banyak. Meski jam terbangnya sampe hampir jam 11 malem, dan kalo saya nggak salah, Anime yang terakhir tayang itu Ge Ge Ge No Kitaro, persis setelah bahan obrolan kita kali ini, Hunter X Hunter.

Oke, mulai dari sini adalah sedikit ulasan mengenai HxH, serius, bukan monolog gaje saya lagi =,=V

Hunter × Hunter (ハンター×ハンター Hantā Hantā?) adalah serial manga karya Yoshihiro Togashi, yang bercerita tentang anak laki-laki berusia 12 tahun bernama Gon Freecss, dan usahanya untuk menemukan ayahnya, Ging Freecss. Ging adalah seorang Hunter, yang dalam cerita Hunter × Hunter yaitu anggota dari suatu kelompok elit yang memiliki segala macam izin untuk melakukan apapun dimanapun. (Ini kata sebuah situs sok tahu yang pastinya anda semua tahu, bernama Wikipedia)

Dan HxH terdiri dari tiga, apa ya.. mungkin sejenis seasons, dan itu adalah sebagai berikut:
1. Hunter X Hunter Original Video Animation
2. Hunter X Hunter Greed Island
3. Hunter X Hunter Greed Island Final

Di dalam Hunter X Hunter OVA itu terdapat subbab-subbab yang kurang lebih seperti ini:
1. Ujian Hunter
2. Perjuangan di Zaoldyeck's mansion, Kukuru Mount, cuma buat ketemu Killua, coba?!
3. Menara Tanku, Gon sama Killua belajar Nen, dan Killua beli Chiki berkardus-kardus (AN: saya bingung makannya gimana sebanyak itu?)
4. Kurapica Belajar Nen di Air Terjun, sedang Leorio entah kemana, dia cuma bilang ingin 'Cari Uang' 
5. Pelelangan barang langka di Yorkshin. Nah, disini part-nya KurapicaXD

Ngomong-ngomong, kan kata orang bijak-halah- Tak Kenal Maka Tak Sayang, oleh karena itu mari kita berkenalan dengan beberapa Main Chara dalam Anime ini dulu~

1. Aslinya, pengen saya taro watashi no nii-chan itu di nomer ini, tapi yasudah lah, Tokoh Utamanya toh memang Gon ~(=n=)~ 
Gon Freecss 

Seorang anak hutan yang punya kebiasaan absurd berupa ngobrol sama hewan dan menganggap semua hewan bahkan yang ganas sekalipun sebagai 'Teman'. Ini anak yang jelas gak pernah takut nyasar kayaknya, dan dia benar-benar keras kepala, selain keras kepala, kadang kengototannya itu nggak masuk akal. Contoh, pada usia 12 tahun, ia dengan nekat mempertaruhkan nyawanya dalam ajang kompetisi tak manusiawi berkedok Ujian Hunter. Dan konyolnya lagi, dia dari hutannya itu pergi ke tempat Ujian dengan menggunakan sebuah getek. Gon itu beda tipis sama Hachi anak yang sebatang kara itu, bedanya kalo Hachi membahayakan dirinya untuk keliling dunia yang luas apalagi bagi sebutir lebah madu semacam dirinya untuk mencari ibunya, Gon mempertaruhkan nyawanya untuk ikut ujian maut itu untuk pada akhirnya dapat menjadi Hunter dan dapat bertemu dengan sang ayah yang diketahui namanya Ging Freecss.

2. Saya adil orangnya, jadi tetap ini bagian Killua dulu..
Killua Zaoldyeck

Lain dengan Gon yang penyayang binatang buas, Killua itu ibarat binatang buasnya (mungkin itu juga alasan kenapa dia bisa cocok sama Gon). Seorang anak yang lahir dengan takdir sebagai penerus Klan Zaoldyeck yang kaya raya makmur sejahtera namun bukan keluarga pembisnis, ningrat, saudagar, maupun priyayi, melainkan penyedia jasa pembunuh bayaran kelas prima, profesional lah pokoknya. Keluarga itu punya 5 anak yang namanya kalo disatuin jadi Illumilukillualukalluto (Illumi, Miluki, Killua, Alluka, Kalluto), jadi Killua itu anak ketiga. Yang aneh lagi dari keluarga Zaoldyeck adalah adeknya yang bungsu, si Kalluto (Calt) yang suka pake Kimono merah dengan rambut bob itu ternyata COWOK, dengar saudara-saudara, COWOK! Alluka juga nggak pernah keliatan di Anime, Kakak sulungnya juga masih diragukan kalo cewek, abis posturnya macam satpam gitu, dan lagi ada yang menyebutkan bahwa setelah Kuroro Lucifer, ketua Genei Ryodan adalah Kalluto Zaoldyeck. Apakah benar, atau hanya kabar burung? entah, sayapun tak tahu. Eh, kok malah ceritain keluarganya ya? Yaudah, kalo dari sudut pandang saya sebagai pemirsa setia HxH sih, Killua itu cuek, childish, sok kol(baca:cool) di berbagai kesempatan dengan gaya legendaris para chara sokkol  yaitu jalan dengan muka no expression sambil ngantongin tangan di saku samping, geezz.. Selain itu dia juga punya kebiasaan aneh, seperti mengkonsumsi Chiki dalam takaran yang tidak wajar untuk ukuran bocah 12 tahun, buka pintu pager yang beratnya sampe 8 ton (karena dia hanya bisa buka 3 pintu), tidur di atas pohon, dan masih banyak lagi. Dan yang terakhir saudara-saudara, perlu digaris bawahi, Killua itu NORAK! Masa sama ikan aja takut, katanya assassin =3=. Kalo gak percaya tonton HxH episode 18-19!

3. Nah, Finally.. this is my Nii-chan turn! XD
Kurapica (Kuruta)

Sosok ini lah yang paling kontraversial di seantero fandom HxH. Kalo Kurapica dateng, pasti ada pertanyaan yang menyusul di belakangnya; "Kurapica itu laki-laki atau perempuan?" Muahahha.. XD
Secara kasat mata, dia memang memiliki paras yang betul betul sungguh amat sangat cantik, bahkan lebih cantik dibanding spesies perempuan lain di HxH yang memang minim jumlahnya. Mata sapphire bening, surai pirang halus, warna kulit cerah, relief wajah ayu, senyuman manis, bibir tipis, postur unyuu langsing, apa lagi sih yang kurang dari Kakak saya ini untuk bisa disebut, err.. cantik?
Nih Liaatt!!
 Oke, kalo buat cewe itu memang pujian Man, tapi buat cowok? Bisa jadi pelecehan. Itulah mengapa ramai sekali orang yang memperdebatkan soal gender Kurapica, tapi dalam hati saya tetap meyakini apa yang ia katakan, jika ia memang laki-laki tulen :3
Ngomongin Kurapica, gak afdol kalo gak bahas masalalunya. Dia itu anggota terakhir dari Suku Kuruta yang tinggal di  Profinsi Lukso, senasib sama Aang yang merupakan pengembara udara terakhir dan juga Ishida yang juga merupakan Quincy terakhir. Mengapa Kurapica bisa bernasib demikian, kalo Aang itu karena keluarga sesukunya dibantai Negara Api, Kurapica juga kurang lebih sama, hanya saja pembantainya Genei Ryodan yang diketuai oleh mas Kuroro Lucifer. Dan motifasi si mas Kuroro bukan karena akan lahir Avatar baru yang mengancam kejayaan negara Api, tetapi karena terobsesi pada scarlet eyes-nya suku Kuruta. Jadi, itulah uniknya suku Kuruta, kalo marah mata mereka berubah jadi merah, dan dari situ kekuatan mereka bisa meningkat drastis. Kurapica sendiri, aslinya bertipe nen Gugenka yang dia wujudkan dengan rantai di tangannya, tapi ketika matanya merah, tipe nennya berubah jadi Tokushitsu, yaitu tipe nen istimewa yang memungkinkan Kurapica untuk menggunakan semua jenis nen *woowo..!* Jika seorang anggota suku Kuruta mati saat matanya sedang merah, matanya tak akan berubah warna, dan itulah mengapa Genei Ryodan mencongkeli mata mereka, untuk kemudian dijual di pelelangan gelap karena harga mata itu memang sangat tinggi. Di pelelangan Yorkshin, itu juga termasuk salah satu barang yang paling banyak dicari.
Kalo diliat karakternya Kurapica itu kalem.. merunduk bagai padi yang berisi#halah. Dia yang paling nggak ribut diantara keempat orang kucrut yang berkumpul menjadi satu itu. Dia hobi baca, terutama buku sejarah (kayak gueXD), pengetahuan umumnya juga luas, otaknya encer Man, gayanya juga nggak bedagulan(bahasamana?!). Kalo dipikir pikir, kecewekannya gak cuma seputar mukanya aja sih, dia juga yang paling ribet hidupnya dibanding 3 orang lainnya, kalo tidur aja yang lain cuma asal nemplok di pohon atau bahkan terkapar begitu saja diatas rerumputan, sedang dia? pake ayunan, bantal pink, selimut, dan juga sebuah penutup mata#yaampun#. Kurapica juga orangnya perhatian dan setia#ugyaaa..!XD. Tapi dibalik luarannya yang terlihat baik, ternyata dia itu pendendamnya luar biasa, terutama sama si Genei Ryodan itu. Di FFN, dia kerap dibuat pair dengan Leorio dan Kuroro. Tapi menurut saya LeoKura lebih cocok daripada KuroKuraXD#plakk

4. Yang terakhir lah, saya udah males nulis ini.. pegel oi.. :V
Leorio

Entah kenapa menurut saya, andai HxH itu berlatarkan dunia nyata, si Leorio ini orang Italy. Dia adalah orang yang terlihat lebih tua dari usianya. Jelas lah, tampang kaya om-om gitu ngakunya 18 tahun, mana saya percaya?! Orang pertama ketemu aja Gon manggil dia Paman =3=.  Leorio adalah satu-satunya orang yang paling ngamuk dan keliatan tersinggung gimana gitu kalo ditanya soal motivasinya ikut Ujian Hunter. Niatnya sih emang terdengar paling gak elit, 'Cari Uang'. Tapi dibalik itu, motivasinya cukup mulia. Dia itu pengen cari uang  buat masuk sekolah kedokteran biar bisa jadi dokter karena dia nyesel luar biasa akibat tak bisa berbuat apa-apa saat temannya di kampung halamannya dulu yang sakit akhirnya meninggal. Leorio juga setia kawan, dia juga lumayan dewasa orangnya, dan dia yang paling nggak emosian kalo menurut saya. Selain itu, entah karena beruntung atau apa meski gak punya skill apa-apa herannya dia bisa lulus gitu dari Ujian Hunter hahaha..


Segitu aja ya, udah malem ini.. saya mau belajar besok ada ulangan lagi#halah
sebagai penutup, saya persembahkan seperangkat opening dan ending Hunter X Hunter Indo Version besera lirik, selamat menikmati~~ 




GOOD MORNING


Mari ucapkan selamat pagi
Wujudkan mimpimu lagi
Semoga hari ini jadi hari yang indah

Hal yang sederhana dan yang apa adanya
BAGAI CAHAYA MENTARI
Itu sesuatu yang paling berharga

Mimpi saat terjaga 'kan MEMBAWA
Ke esok hari YANG tak pasti
~Merry Go Round Goes~

Berjalan bersama dirimu
Bergandeng tangan denganmu
Aku ingin menjadi sahabat selamanya

Ucapkan selamat pagi
Wujudkan mimpimu lagi
Marilah kita hidup seperti ini untuk selamanya

****



SONG OF THE WIND




Apa kau dengar
Suara angin yang berhembus di muka bumi
Bangkit kenangan di masa lalu

Apakah yang berada di sana
di ujung awan yang berarak
Kutahu masa depan
Telah menantimu di balik hutan ini

Selamat jalan o o
Jangan berpaling lagi dan teruslah melangkah
Percayalah o o
Gejolak dalam dada kan jadi kekuatan

Suara langkah mu yang terus berlari kencang
Sendiri kan kucari di tengah angin ini


Yang membuat saya jatuh cinta pada anime ini, terlepas dari Kurapica, juga karena kekuatan Friendshipnya yang luar biasa kental dan keren banget! Jarang ada yang sehebat ini, dan harapan saya semoga HxH Greed Island secepatnya tayang di Indonsia~

*amiin..*

Untuk berikutnya, enaknya posting tentang anime apa ya?
Rurouni Kenshin, Little Women, Soar High Isami, One Piece, Naruto, Kaleido Star, Dr. Rin, Ge Ge Ge no Kitaro? Mau Vote? Atau Request juga boleh~
Leave a comment, yaa~