Trending Topics

.

.
Showing posts with label pictures. Show all posts
Showing posts with label pictures. Show all posts

Friday, February 14, 2014

14 Februari 2014 Ada Apa?


Yap, post ini akan saya isi dengan jawaban dari pertanyaan diatas. Tapi karena valentine sudah terlalu kuno dan #prayforkelud udah terlalu rame, inilah jawaban saya~




#tetteretteret~

Digian pertama 2014, SAI+Mosped, sekitar 1-2 jem.



dou? jelek? bodo~#dor
kaga kok, kalo ada yang bikin mata pegel, itu gambar sayanya, dia itu sebenarnya tamvan~
meski saya pun tak tahu dia ini siapa
kalo Naoya, rambutnya biru
kalo Rei, kacamatanya item
kalo Yukio, gak ada tompel, eh, tahi lalatnya
kalo Kyoya, kurang jutek
kalo Hachiken #terusajawanterus


OKEE, bentar lagi udah mau masuk nih tjoy, selamat belajar lagi~
overall semester ini lumayan lah, tapi besok kalo bisa ya lebih
semoga kosan gak banjir abu, karena gatau gimana beresinnya -_-

oya, masker di Jogja kan pada abis ya? apa perlu gua impor dari sini sekalian pulang besok?
terus jual di pinggir jalan 1 lima ribu :v #plakk


sekian ah,

~BONSOIR~

Saturday, March 02, 2013

I wish I would have more occation to tell you everything more than this


Bagi para eksakters hidup didefinisikan sebagai keadaan dimana suatu mahluk bernafas, bergerak, membutuhkan makan, merespon rangsang, tumbuh dan berkembang, dan yang lainnya. Sedang dikutip dari petuah para Ulama, hidup adalah fase persiapan untuk kehidupan yang lebih kekal, dimana kita mestinya berbuat baik sebanyak-banyaknya agar bahagia di kehidupan selanjutnya. Dan masih banyak definisi lain yang jika dilihat cukup mudah dimengerti, tapi, lantas mengapa setiap orang harus mengalami fase pencarian makna hidupnya jika kata ‘hidup’ nyatanya bisa didefinisikan dengan demikian mudahnya? Mengapa lantas banyak yang gagal? Mengapa lantas banyak orang yang hingga habis waktunya belum pernah menemukannya? Itu semua tak benar kecuali hidup memiliki sisi wajah yang tak terkira jumlahnya dan mereka akan menampilkan diri yang berbeda dalam pandangan setiap orang, hingga dunia ini dapat berjalan sebagaimana mestinya, bergulir dan bergulir bahkan semakin cepat karena dipenuhi orang-orang yang berusaha mendefinisikan sisi wajah kehidupan yang tertampil di hadapan mereka.

Pikiran saya sedianya amat sederhana. Tak ada satu pun hal rumit yang menyita ruang di dalamnya sehingga selama sekian lama, seberapapun sakit-sakitannya saya, seberapapun sulit materi yang saya terima di sekolah, dan seberapapun galaknya guru saya, saya mampu bertahan senantiasa dengan senyum bahagia dan mimik wajah ringan tanpa beban. Tapi lain ceritanya sekarang. Masalah, atau saya lebih suka menyebutnya tantangan, mengetuk pintu hati saya bergantian tanpa jeda. Dan semuanya resmi berjalan setelah saya menemukan hal baru yang membuat keindahan dari sudut lain menguar menerangi kamar-kamar kosong kehidupan saya. Masalah itu membuat saya menangguhkan Anda sebagai salah satu hal paling mengagumkan yang saya punya, namun seketika, saat telah tiba waktunya saya untuk mengangkat tangan dan meraih harapan akan Anda, pelangi di sekeliling kepala saya memudar warnanya, dan sudut pandang terhadap Anda pun berubah. Seketika Anda bukan lagi yang teristimewa, dan saya sadar setelahnya jika saya tak pernah mencintai Anda sebagaimana ekspektasi agung yang saya elu-elukan ketika pengaruh Anda masih menjajah batin rapuh saya, melainkan saya hanya mencintai perasaan suka saya kepada Anda, dan ini resmi berakhir secara sepihak, karena untuk memulainya pun saya hanya melibatkan satu pihak saja; diri saya sendiri.

Waktu sudah banyak berlalu sejak tahun-tahun yang cukup indah itu. Dan kini saya telah menyadari cinta yang begitu dekat yang nyatanya ada pada saya. Dari orang-orang yang tak pernah sekalipun meninggalkan saya, mengkhianati, apalagi menyakiti saya. Orang terhebat yang saya kenal melebihi ksatria manapun, dan mereka adalah orang tua saya. Jarak berbicara banyak soal cinta, dan saya tak memiliki sejengkalpun jarak dengan mereka. Yang saya sangat syukuri, orang tua saya membesarkan saya sebagai seorang anak yang mengisi sudut kosong dalam hidup mereka dan menemani mereka menikmati tiap detik dalam hidup kami dengan cara  yang sangat menakjubkan. Saya sangat bahagia meski tak setiap keinginan saya mereka turuti, dan saya menyayangi, mencintai mereka meski tak jarang mereka membuat saya menangis. Saya menemukan kedamaian di sisi mereka meski tak jarang kami beradu argumentasi dengan cukup kolot. Saya bukan dibesarkan dengan cara yang sempurna melainkan dengan cara yang ideal, dan mereka berdua sangat sukses menggambarkan arti cinta dan kasih sayang di pikiran saya meski tidak dengan kata-kata, hingga saya sampai detik ini menjadi begitu candu tentang keberadaan mereka.

Sepanjang hidup saya sampai detik ini, saya memiliki teman hidup yang luar biasa dengan kesederhanaan mereka. Mereka membentuk saya untuk tidak bersikap anggun, sopan dan penuh pakem dihadapan mereka. Mereka mengajari mereka untuk bersikap apa adanya, dan tak menjaga sejengkalpun jarak kepada mereka hingga sehari pun tanpa bicara sepertinya mustahil untuk kami. Ketika saya mendapati dengan pikiran tenang saya duduk dihadapan mereka, bertukar pikiran dan membagi cerita dengan mereka, berorasi di hadapan ayah saya, menyantap masakan ibu saya, semua itu rasanya cukup untuk menyentuh standar sempurna dan tak sedikitpun saya rela waktu mengusik kesempurnaan itu.

Sedihnya, waktu tak pernah berhenti bergulir dan menggoreskan pola-pola antar fase dalam hidup seseorang tak terkecuali saya. Dan sebagai pemain skenario kehidupan kita tak akan pernah melihat pola itu sebelum kita sampai di akhir, dan naik ke atas untuk membuktikan terkaan yang kita lontarkan selama ini. Yang kami lakukan, orang-orang dalam fase ini, di paruh akhir usia belasan, hanya menerka-nerka. Bermimpi dan berusaha soal hidup yang indah kedepannya. Cita-cita, pendidikan tinggi, gelar impian, pekerjaan sempurna dan pasangan hidup. Tapi soal yang terakhir, ah entahlah. Saya bahkan tak pernah siap untuk sekedar memikirkannya. Seketika saya merasa seolah hanya anak kecil tak berdaya ketika mengingatnya kembali. Saya yang secara konyol benci perubahan ini adalah seorang pemimpi yang juga realistik. Fantasi soal negeri lain, alien, penyihir, peri, dan kehidupan abadi itu konyol. Saya hanya memimpikan apa yang realistik, yang dalam konteks terburuknya pun tak terletak sedemikian jauh dari hidup saya. Sehingga alih fungsi si mimpi itu tadi ada dua, pertama sebuah pemetaan tujuan yang disertai tekad, atau yang kedua pelarian dari keputus asaan yang sama saja konyolnya dengan fantasi tak masuk akal manapun.

Man, teman main masa kecil saya yang sama-sama menaiki buldoser yang sedang di parkir bersama saya tepat ketika jalan kampung yang sudah bolong-bolong lagi ini pertama kali dipoles aspal dulu, sudah memutuskan untuk independen dari orang tuanya dan tak mau kalah hingga membentuk keluarga baru. Sedang saya, haha, selain pernah terperangkap dalam sebuah cinta terhadap rasa suka terhadap seseorang, tak punya riwayat apapun lagi soal yang semacam itu. Dan waktu, sekali lagi memaksa saya untuk meninggalkan posisi ternyaman saya saat ini dibawah naungan hangat kedua orang tua saya untuk lantas pergi ke dunia orang dewasa yang kejam. Saya tak pernah sanggup bayangkan suatu ketika saya akan berada jauh dari mereka, agen-agen yang pertama kalinya mengenalkan saya pada cinta dengan konteks yang sedemikian dalam, untuk seseorang yang bahkan saya kenal kucing saya jauh lebih lama dari pada dirinya.

Oke, saya percaya apa yang namanya cinta itu ada. Dan suatu saat hal itu akan menyentuh bagian tersensitif hati saya, lalu membuat saya jatuh seketika pada tumpukan serapah-serapahan saya yang mengintimidasinya di waktu yang lalu. Tapi bukankan cinta romantis itu agak kejam? Banyak orang yang menunda urusan mereka dengan orang tua demi cinta pujaannya, dan yah, otomatis menomor duakan pecinta-pecinta murni mereka, gerbang kehidupan mereka, pintu ridha dan kasih Tuhan mereka, untuk cintanya itu tadi. Bukankah ini agak kejam? Lantas mana buah dari perjuangan mereka memperjuangkan hidup kita selama ini? Dan sama saja, setelah nanti kita merasakan rasanya jadi orang tua, secara sederhana kita hanya menghabiskan waktu bersama anak-anak kita untuk kemudian melepasnya terbang bebas di horizon yang tak berbatas, tak berbatas jarak antara kita dan mereka.
Bagaimanapun inilah, inilah pola kehidupan yang sudah ada sejak dahulu kala, dan setiap orang memiliki kesempatan untuk turut merasakannya. Suatu saat saya pun percaya, akan ada kebahagiaan lain yang menghampiri saya, yang menawan hati saya dalam genggamannya, yang menjadi candu bagi saya untuk kemudian pergi jauh dari sarang kebahagiaan ini dan membangun sarang sendiri dari helai demi helai jerami kenangan yang akan kami berdua penuhi harapan sambil mencintai Ksatria-Ksatria saya dari jauh meski harus dengan cambukan-cambukan kerinduan akan mereka.




Wahai para pelaku kehidupan, para pemegang giliran peran dalam skenario akbar maha karya Tuhan, pola-pola yang tiap detik kita ikuti memang sederhana dan agak kejam. Tapi resapilah lagi, ini adalah hidup, dan kisah ini berlatarkan dunia dimana tak ada kehidupan abadi, penyihir, peri, pegasus, mantra, atau serbuk ajaib yang bisa merubah daun jadi uang, dunia tanpa satupun substansi sempurna. Akan tetapi, bukankah itu yang kita cari? Jika tak ada tekad dan mimpi, dunia ini tak akan berputar. Ketidak sempurnaannyalah yang membuat dunia ini ideal, menjadi sedemikian adil sekaligus tidak adil pada waktu yang sama, menjadi sedemikian indah dan menyiksa juga dalam waktu yang sama. Oleh karenanya, sebagai aktor dan aktris yang berdedikasi, sebagai manusia yang memiliki perasaan, biarkanlah perasaan itu menguasai kita, pandanglah hidup dan dunia sebagai keselarasan yang penuh keindahan, pandanglah pola-pola itu sebagai liak-liuk ukiran maha indah, dan nikmati apa yang kita bisa nikmati selagi ada kesempatan. Jadilah perfeksionis jika itu membahagiakan Anda dan bermalas-malasanlah ketika Anda tahu anda tak akan melewatkan hal penting. Seberapapun kita kutuk hidup ini kejam, seberapapun kita bersikeras ingin kembali atau menetap di waktu yang sekarang, kita tak akan bisa mencegah Tuhan memberi kita prosedur untuk menjadi individu yang lebih baik. Melakukan yang terbaik dan menikmatinya, itu saja.

Friday, December 21, 2012

Hetalyrics: Marukaite Chikyuu Austria with Bahasa Translation

I tell you, I am in a project of documenting many hetalia lyrics on this blog. Beside La Passion no se Detiene, I also have many favourite songs of Hetalia CD, and this song is absolutely included.



Why? Because  first, I LOVE OOSUTORIA XDD (both, country and of course the personification), second, I LOVE RODERICH EDELSTEIN AS WELL~ (just the same reason lol), third, I LOVE WALTZ, CLASSICAL MUSIC, and ALL THINGS OOSUTORIA HAS :D, the fourth, nothing, I just... CRAZY ABOUT AN ARISTOCRAT GUY LIKE HIM :3

he's absolutely cool, from the type I love most and someone I always looking for~
and his song? Oh man, It's just the same cool as him*melting,daa~*


~MARUKAITE CHIKYUU~


皆様 本日は この曲を
"Mina-sama, honjitsu wa kono kyoku wo
"Everyone, today's piece
Semuanya, pada hari ini

私が 歌わさせて頂きます
Watashi ga utawasete itadakimasu.
will be sung by me.
adalah bagianku untuk menyanyikannya

…そこの貴方!静かになさい
Soko no anata! Shizuka ni nasai!"
You over there! Be quiet!"
Kau yang disana! Diamlah!



まるかいて地球 まるかいて地球
Marukaite chikyuu, Marukaite chikyuu
Draw a circle, it's the world, Draw a circle, it's the world
Gambarlah lingkaran, maka itulah dunia. Gambarlah lingkaran maka itulah dunia

まるかいて地球 オーストリアです
Marukaite chikyuu, Oosutoria desu
Draw a circle, it's the world, I am Austria
Gambarlah lingkaran, maka itulah dunia, dan Akulah Austria


まるかいて地球 じっとみて地球
Marukaite chikyuu, Jitto mite chikyuu
Draw a circle, it's the world, Gaze intently, it's the world
Gambarlah lingkaran, maka itulah dunia. Tataplah dengan intens, itulah dunia.

ひょっとして地球 オーストリアです
Hyotto shite chikyuu, Oosutoria desu
Or could it be the world? I am Austria
Atau memangnya itu bisa disebut dunia, ya? Yang jelas akulah Austria.


ああ 一筆で 見える 素晴らしい世界
Aa Hitofude de mieru subarashii sekai
Aaah, with just a paintbrush, The wonderful earth can be seen
Aah~ hanya dengan goresan kuas, kita bisa melihat dunia yang luar biasa

華麗な芸術や 音楽が 大好きです
Karei na geijutsu ya ongaku ga daisuki desu
Splendid art and music, I love them
Seni yang indah dan musik, Aku suka keduanya...



ウィーンでは 沢山の音楽家たちによって
"Wiin de wa takusan no ongakuka tachi ni yotte
"In Vienna, from many musicians,
di Wina, oleh begitu banyak musisi,

沢山の名曲が生み出されました
Takusan no meikyoku ga umidasare mashita
Many famous pieces of music were born.
banyak karya terkenal dilahirkan

今から私も ピアノを演奏します
Ima kara watashi mo piano wo ensou shimasu
I too will now perform on the piano.
Sekarang aku juga akan bermain piano 

ちゃんと座って お聞きなさい
Chanto suwatte okikinasai"
Sit down properly and listen."
Duduk yang rapi dan dengarkanlah.


心が潤う 甘美なるHarmonie(ハルモニ)
Kokoro ga uruou kanbi naru Harumonii (Harmonie)
The heart is warmed by the sweet harmony
Hati yang hangat oleh melodi yang indah

大事な所 占領されても
Daijina tokoro senkyo saretemo
Even if my vital regions have been occupied,
Bahkan ketika wilayah pentingku sudah dikuasai

「オーケストラを 連れて行けないと   心底困ります」
"Ookesutora wo tsurete ikenai to Shinsoko komarimasu"
"If I can't bring the orchestra along, my heart will feel troubled."
Jika aku tak bisa membawa orkestra bersamaku, rasanya aku merasa ada yang kurang



私の家へ 来て頂いたなら
"Watashi no ie e kite itadaita nara
"If you were to come to my home,
Jika kau berkenan untuk berkunjung ke rumahku

Cafe Konditorei(カフェ・コンディトライ)へ 是非お立ち寄りを
Cafe Konditorei e zehi otachiyori wo
Please definitely stop by a cafe konditorei.
Berhentilah di Kafe Konditorei

Melange(メランジェ)やMokka(モカ)と一緒に
Meranje (Melange) ya Mokka to issho ni 
Along with melange or mokka
Bersama dengan Melange atau Mokka

好きなケーキをお選びなさい
sukina keeki wo oerabi nasai
please choose the cake that you like.
Lalu pilihlah cake yang kau suka

美味しいからといって 食べ過ぎるのは駄目ですよ
Oishii kara to itte tabesugiru no wa dame desu yo"
Even though you say it's delicious, overeating is bad."
Meskipun kau bilang semuanya enak, berlebihan juga tidak baik.


私に質問ですか? どうぞ
"Watashi ni shitsumon desu ka? Douzo.
"A question for me? Please go ahead.
Ada pertanyaan? Cepatlah.

…ええっ? パスタはでますかって?
... ee? Pasuta wa demasu katte?
... Eh? Will there be pasta?
...Eh? Apa disini ada pasta?

ご飯にパスタなど出ませんと言ったはずです!
Gohan ni pasuta nado demasen to itta hazu desu!
I have already said that there will be no such things as pasta for meals!
Aku sudah pernah berkata jika tidak akan ada pasta atau semacamnya yang dihidangkan disini!

この御馬鹿さんが!
Kono obaka san ga!"
You idiot!"
bodoh!



世界中の国が 奏で合う地球
Sekaijuu no kuni ga kanade au chikyuu
The earth's countries play music in the world
Negara-negara di dunia ini memainkan berbagai jenis musik

その一パート オーストリアです
Sono hito paato, Oosutoria desu
A part of that is Austria
Dan salah satunya adalah Austria


ああ 一筆で 見える 素晴らしい世界
Aa Hitofude de mieru subarashii sekai
Aaah, with just a paintbrush, the wonderful earth can be seen
Aaah, hanya dengan goresan kuas, kita bisa melihat dunia yang luar biasa

舞踏会 夜明けまで続く 愛のWaitzer(ワルツァー)
Butoukai Yoake made tsuzuku Ai no Walzer
The balls that continue until the break of dawn, the walzer of love
Pesta dansa terus berlangsung hingga fajar, tarian waltz yang penuh cinta


ああ 世界中に 眠る 幸せのレシピ
Aa Sekaijuu ni nemuru shiawase no reshipi
Aaah, throughout the earth, recipes of happiness sleep
Aahh, di seluruh bumi, resep dari kebahagiaan tersembunyi

また皆で 集い 奏でましょう 
Mata mina de tsudoi kanade mashou
Let's gather everyone again and play music
Semuanya, mari kita berkumpul dan bermain musik lagi

ヘタリア!
Hetalia!
Hetalia!
Hetalia!


I also provide the Indonesia translation because I want to all kind Indonesian people from any background come to see and love this, love Hetalia, and love Oosutoria like me :D
You must be know how can I like Hetalia most than other. Because I really interesting with history and culture from every country in the world and it covered nicely in this Anime. From Hetalia we don't need any extra effort to learning about them, we can get the information with a really fun way.
The last, absolutely I admire Hima-chan who has created those awesome character XDD

See you in next Hetalkia!
-Yuanita WP, 2012-

Thursday, December 20, 2012

Hetalyrics: La Passion no se Detiene~


iholaa~




Am I too late to post this? Of course yes. But according to me, this is one of song that I will never bored with~

Yeah, it tells much about Spain, has a very beautiful spanish melody, and of course sung by the owner of the SEXIEST voice in APH XDD


((Don Antonio Fernandez Carriedo XDD))

So this is the lyric~

First, Kanji Version!


Hola, 情熱は止まらないんやで
闘牛, Flamenco, Liga Española
Está buenísimo, ほっぺた落ちるで
Sangría, ¡Churros!, Paella
Sagrada Familia まだまだ作ってるんやで
なぁ、ロマーノ

「あ、また寝とるんか」
「もう、食べられないぞ、このやろう」

Vamos, España.
Vamos, España.
Rojigualda 掲げて

「あ! 怖いぞ、このやろう!はなせ!スペイン、助けに来いよ、こんちくしょうめ…」

オーレ、オーレ!親分やからな
守ったるでどんなものからも
元気がでるおまじない?
する?なぁする?
ふーそそそそ、ふーそそそそそ、ふーそそそそ
もうしてもた!


「あ、あれ?ここは天国か?
あぁスペインがいるから地獄か」
「はぁ・・・ ちょっと甘やかしすぎなんかなぁ
掃除をさせてみたらなぁ」
「やり方しらねぇ」
「スペイン語教えてみたらな」
「お前ん家の言葉覚えにくいぞ」
「もうなかなか従ってくれへんわぁ」

ガンバレ ガンバレ ガンバレ ガンバレ親分
ガンバレ ガンバレ
むっちゃ かっこええとこ見せたるで!


¡Fiesta! 伝統の素晴らしさ
花祭り La Tomatina 牛追い祭り
長い長い巡礼の道
心が洗われるわぁ

大切な習慣 Siesta
お願いやから頭突きで
起こさんといてなぁ、ロマーノ

「ぎゃあああああああ!」
「お、起きたか?飯!」


こんなに上司に怒られてみても
やっぱり手放せないんやで
銀や財産に変えられないほど大切なんやで

Vamos, España.
Vamos, España.
Rojigualda 掲げて

「うわぁああああああスペイン
可愛い子に無視されたぞこのやろー
ちくしょーなんでだよ!!!」

Olé~(x8)
まぁ次があるやんないか
男は諦めたらあかんねんで!

(なんでだ なんでだよ
ちくしょうちくしょうこのやろ!!!
キスしたってって言ったのに…ッ
ちくしょうちくしょう!
お前のせいだちくしょう!)

「う…分かってるぞ このやろー フンッ」
「俺のようになぁいつでもカッコよくやで!」

「ぼーのとまと ぼーのとまと 
ぼーのぼーの うー とまと・・・・」

「おい!ちょっ・・・! ロマーノ!? 
どこ行くねんお前ぇ!?
俺…まだ喋ってるんやでー!」

「あかあげて みどりさげて とまとまとまとっ!
ぼーのとまと ぼーのとまと・・・・」
ぼーのぼーの うー とまと・・・・」

((Despair? Forget it! I also can't read it well, I just know about hiragana hohoho))
-------------------------------------------------------------------------------------------
((gyahh *nosebleed*))
((This is the Romaji Version if you're despair of the previous version~))



Hola, Jounetsu wa tomaranain ya de
Tougyu, Flamenco, Liga Española.
Está buenísimo, hoppeta ochiru de
Sangría, ¡Churros!, Paella

Sagrada Familia mada mada tsukutterun ya de
Naa, Romano

「Ah, mata netorun ka」
「Mou, taberarenaizo, konoyarô」

Vamos, España
Vamos, España
Rojigualda kakagete

「Ah! Kowaizo, konoyarou! Hanase! Spain, tasuke ni koiyo, konchikushoume...」

Olé, Olé! Oyabun yakara na
Mamottaru de donna mono kara mo
Genki ga deru omajinai
Suru? Na, suru?
Fusososososo, fusosososososo, fusososososo
Mou shitemota!

「A-are? Koko wa tengoku ka?
Ah, Spain ga iru kara, Jigoku ka...」
「Ha... Chotto amayakashisugi nanka naa
Souji wo sasete mitaranaa」
「Yarikata shiranee」
「Supeingo oshiete mitarana」
「Omaen uchi no kotoba oboe ni kuizo」
「Mou naka naka shitagata kureru wa」

Ganbare, ganbare, ganbare, ganbare Oyabun
Ganbare, ganbare...

Muccha kakkoee toko misetaru de

¡Fiesta! Dentou no subarashii sa
Hanamatsuri, La Tomatina, Ushioi matsuri
Nagai nagai junrei no michi
Kokoro ga arawareru waa

Taisetsuna shuukan siesta
Onegai yakara tsudzuki de
Okosantoite naa, Romano

「Gyaaaaaaaaaaaaaa!!」
「Oh, okitaka? Meshi!」

Konnani jyoushi ni okorarete mitemo
Yappari tebanasenain ya de
Gin ya zaisan ni kaerarenai hodo taisetsunan ya de

Vamos, España
Vamos, España
Rojigualda kakagete

「Uwaaaaa Spain!
Kawaii ko ni mushisaretazo konoyaro!
Chikushou nandedayo!!!」

Olé~(x8)
Maa tsugi ga aru yanaika
Otoko wa akirametara akannen de!

(Nandeda, nandedayo
Chikushou, chikushou, konoyaro!!!
Kisu shitattete ittanoni...
Chikushou chikushou!
Omae no sei da chikushou!)

「Uh... Wakatteruzo konoyaro, fun!」
「Ore no youni naa itsudemo kakkoyoku yade!」
「Buono tomato, buono tomato
Buono buono uh! Tomato」
「Oi! Cho...! Romano!?
Doko ikunen omaee!?
Ore... mada shabetterunyadee!」
「Aka agete midori sagete tomatomatomato!
Buono tomato, buono tomato...」

((You're not a Japanese and really want to know whan Spain's mean with this song?))
---------------------------------------------------------------------------------------
((espanola guitara~))


((Don't worry, this is the English Translation!))

Hello, Passion doesn't stop
Bullfights, Flamenco, Spanish League. It's delicious, so delicious, Sangría [1],¡Churros! [2] Paella

Sagrada Familia is still under construction

Hey, Romano
"Ah, You're sleeping again"
"I can't eat anymore, bastard"

Let's Go, Spain.
Let's Go, Spain.
I carry the Rojigualda in my arms[3]

"Ah! I'm scared, bastard! Let me go! Spain, come to help me, damnit..."

Olé, Olé! I'm the Boss after all
I'll protect everything I care, no matter what
Do you allow me to cheer up you? Do you?
Fusososososo, fusosososososo, fusososososo
Well, I did it

"U-uh? I'm in Heaven?
Ah, if Spain's here, then it's Hell..."
Ah... You could be a little bit more kind
And start cleaning
"I don't know how to do it"
You could learn Spanish
"The language at your house is difficult, I can't remember it"
I must conform with it...

Hang on, hang on, hang on, hang on Boss
Hang on, hang on

I'll show you a fabulous place!

Fiesta! The wonderful traditions [4] ,
la Tomatina, and the Running of the Bulls
The long long pilgrimage way[5]
The heart emerges and reveals

The important habit of taking a siesta
Because of that, allow it to continue
And you'll wake me up, Romano

Gyaaaaaaaaaaaa!
"Oh, are you awake? I want food!"

If the superior gets angry
He won't leave me to be carefree
For the precious possessions and silver that won't return

Let's Go, Spain
Let's Go, Spain
I raise the Rojigualda

"Uwaaaa Spain!
A cute girl ignored me completely, idiot!
Dammit, why?!"

Olé~(x8)
Come on, there will be next times
Men can't give up!

(Why? Why?!
Dammit, dammit, bastard!
I only asked for a kiss...
Dammit, dammit!
It's all your fault, idiot!)

"Uh... okay, I get it, bastard. Hum!"
If you act like me, you'll be cool always!

"Buono tomato, buono tomato
Buono buono ooh! Tomato"

Hey! Wait...! Romano?!
Where are you going?!
I didn't... finish talking!

"Raise the red one, down the green one, tomatomatomato!
Buono tomato, buono tomato..."

((WHAT? You really want to know how sexy is the spanish version?!))
-----------------------------------------------------------------------------------
((Spanish folkdance with chibi Romano~))
((Here you are~))

Hola, la Pasión no se detiene
Corridas de toros, Flamenco, Liga Española
Está buenísimo, muy bueno
Sangría, ¡Churros!, Paella

La Sagrada Familia* todavía se está construyendo
Ey, Romano

"¿Eh? ¿Ya vuelves a dormir?"
"No puedo comer más, idiota"

Vamos, España
Vamos, España
Izo la Rojigualda

"¡Ah! ¡Tengo miedo, idiota! ¡Suéltame! España, ven a ayudarme, maldición..."

Olé, ¡Olé! Soy el Jefe al fin y al cabo
Protegeré todo lo que me importa
¿Me dejas que te anime?
¿Me dejas? ¿Eh, me dejas?
Fusososososo, fusosososososo, fusososososo
¡Va, ya lo hice!

"¿E-eh? ¿Estoy en el Cielo?
Ah, si está España, entonces es el infierno..."
"Ah... Podrías ser un poco más amable
Y comenzar con la limpieza"
"No sé cómo hacerlo"
"Podrías aprender español"
"La lengua de tu casa es difícil, no la puedo recordar"
"Me voy a tener que conformar..."

Ánimo, ánimo, ánimo, ánimo Jefe
Ánimo, ánimo

¡Te enseñaré un lugar fabuloso!

¡Fiesta! Las maravillosas tradiciones
La fiesta de las flores, la Tomatina, la fiesta de los toros
El largo camino de peregrinaje
El corazón emerge y sale a la luz

El importante hábito de la siesta
Por eso, deja que continúe
Y ya me despertarás, Romano

"Gyaaaaaaaaaaaa!"
"Oh, ¿ya despertaste? ¡La comida!"

Si el superior se enfada
No me va a dejar ser despreocupado
Por las preciadas posesiones y plata que no volverán

Vamos, España
Vamos, España
Izo la Rojigualda

"¡Uwaaaaaaa España!
¡Una chica bonita me ha ignorado completamente, idiota!
¡Maldita sea, ¿por qué?!"

Olé~(x8)
Vamos, habrá una próxima vez
¡Los hombres no pueden darse por vencidos!

(¿Por qué? ¡¿Por qué?!
¡Maldita sea, joder, imbécil!
Sólo le pedí un beso...
¡Maldita sea, mierda!
¡Es todo tu culpa, idiota!)

"Uh... Vale, ya lo entendí, gilipollas. ¡Hum!"
"¡Si actúas como yo, serás genial siempre!"

"Buono tomato, buono tomato
Buono buono uh! Tomato"

"¡Eh! ¡Espe...! ¡¿Romano?!
¡¿A dónde vas?!
¡Aún... no he terminado de hablar!"

"Alza el rojo, baja el verde, tomatomatomato!
Buono tomato, buono tomato..."

((Oh, God, I am too kind~#desh))
-------------------------------------------------------------------------------


This song can be found on the Hetalia Drama CD Interval Vol.2: Boss CD, which was supposed to be released on July 7th, 2010. However, the date got pushed back, and it released on December 8th, 2010.



And finally, this is the end*hiks*
Say good bye to Mr. Carriedo~
Yuanita WP -2012-
Source: wikia

Wednesday, December 19, 2012

Hetalia: Movie Parody XDD

Bonsoir, a tous!
Sesungguhnya ini masih merupakan malam terakhir UAS semester 5 saya, tapi yaah... besok rada nyantai sih, eksaknya udah abis#gayalowan~
Ya, memang lho. Eksak itu adalah ganjalan yang luar biasa buat saya, dalam konteks waktu kapanpun, dimanapun. Mereka menyebalkan, bagi saya pribadi. Lagipula daripada menelisik jauh-jauh kedalam, menghitung hitung yang tak perlu dihitung, dan menyulitkan diri dengan sekian banyak persamaan rumit, saya lebih memilih melihat keluar, menjelajahi dunia, dan mengeksplor keindahan dari masa ke masa~#flying
Wokeh, mari kita hargai pluralisme, tiap orang itu beda beda! Tapi maklum ya saya kadang-kadang suka rasis juga sama yang berlainan kiblat, abis debat itu seru sih#PLAKK

Pada tau HETALIA AXIS POWER kann?!
Yang gak tau norak lu! norak sumpah!#tendangajaniorang
Wokeh, buat semuanya yang lagi berbahagiong saya persembahkan kekoplakan lain dari Hetalia
fanmade sih, tapi ofcourse saya cukup ngakak waktu pertama liat ini
enjooyy~

Movie Parody: Blues Clues
notes: petunjuknya nggak banget -_- wkwkw


--------------------------------------------------------------------------------------

Tuesday, December 04, 2012

Soegija; Sejarah dan Kemanusiaan, bukan Propaganda Katolik






“Kemanusiaan itu satu, kendati berbeda bangsa, asal-usul, dan ragamnya, berlainan bahasa dan adat istiadatnya, kemajuan dan cara hidupnya. Semua merupakan satu keluarga besar.”

Beberapa minggu yang lalu, saya menghabiskan sore di rumah teman untuk membuat gambar yang di hari berikutnya akan kami serahkan sebagai seserahan simbolis kepada pihak sebuah universitas yang kebetulan kami lawati. Tapi beruntung, saya segera pulang tak lama setelah adzan maghrib kala itu, karena sesampainya dirumah saya mendapati banyak hal menyenangkan; sepotong rainbow cake  dan film berbau perjuangan rakyat Indonesia semasa kolonialisme. Apa lagi yang lebih sempurna dari ini?

Oke, saya akui, saya bukan seorang movie freak yang siap sedia mengantri di loket bioskop untuk menikmati setiap film terhangat yang baru rilis. Kebanyakan film layar lebar yang saya tonton malah baru sampai di hadapan saya begitu sudah turun kelas dan tayang di televisi. Bukan seorang apresiator yang baik? Ya, maaf kalau begitu. Tapi di kepala saya film bioskop terlanjur identik dengan mereka yang mainstream dan lumrah jadi tontonan manusia seusia saya, ringan-ringan saja, temanya umum, dan saya jujur tidak suka yang semacam itu. Saya lebih seperti semacam seorang pengagum jarak jauh, yang tetap mengapresiasi penuh karya berkualitas anak bangsa meski tanpa berkontribusi apa-apa#plakk. Setidaknya, menulis review semacam ini, salah satu yang bisa dilakukan oleh hanya seorang saya untuk mendukung kemajuan industri film Indonesia. Kita bisa mempersembahkan yang berkualitas, saya percaya itu.

Kembali kepada film perjuangan dan sepotong rainbow cake tadi. Waktu itu awal November, dekat-dekat dengan hari pahlawan, dan mungkin karena itu juga sebuah stasiun televisi nasional menayangkan film tentang seorang pahlawan nasional. Pahlawan nasional itu adalah Monsigneur Albertus Soegijapranata, SJ, seorang uskup pribumi pertama di Hindia Belanda, yang kisahnya diabadikan dalam sebuah film drama epik sejarah Indonesia berjudul “Soegija”.
Atas dasar pengalaman luar biasa yang saya dapat minggu malam itu, saya ingin berbagi sedikit review pada anda sekalian. Sekiranya anda memang belum menonton, atau sedang mencari hal yang bisa membuat anda kuasa menikmati pelajaran sejarah yang hafalannya seabrek dan membelit otak anda, saya merekomendasikan film ini.
***

Sekilas Soegija

Film ini disutradarai oleh seorang sutradara senior—Garin Nugroho—, yang sebelumnya sudah sukses menyutradarai diantaranya Dua Gerbong Satu, Daun di Atas Bantal, dan Cinta dalam Sepotong Roti. Di tangan seorang sutradara kawakan, tentu film yang tayang perdana di Bioskop tanggal 7 Juni 2012 ini sudah diprediksi bakal menjadi sebuah mahakarya yang sukses. Tak tanggung-tanggung biaya oprasional pewujudan film ini pun disinyalir mencapai 1,2 milyar rupiah. Tapi melihat kembali bagaimana apiknya film ini dikemas, biaya sejumlah itu memang dinilai cukup wajar.

Film ini melibatkan berbagai lapisan masyrakat dengan mengambil pemain dari berbagai latar belakang budaya yang beragam. Tak tanggung-tanggung casting pemainnya pun dilakukan langsung di Belanda demi mendapatkan figur-figur yang sesuai untuk memainkan peran sebagai tokoh-tokoh dalam film ini. Film “Soegija” diproduksi dengan format film perjuangan yang menggunakan teknologi modern sehingga sangat nyaman untuk dinikmati, diangkat dari catatan harian seorang Mgr. Soegijapranata SJ, dan mengambil latar Perang Kemerdekaan Indonesia hingga era RIS (Republik Indonesia Serikat) sekitar tahun 1940-1949. Film ini juga menampilkan tokoh-tokoh nasional Indonesia lain seperti Soekarno, Fatmawati, Moh. Hatta, Sutan Sjahrir, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Sri Paku Alam VIII, Jend. Soedirman, Soeharto, dll. untuk dapat menggambarkan pengalaman nyata seorang Soegija. Film ini banyak menampilkan tokoh-tokoh nyata yang dalam praktiknya difiksikan baik dari pihak Indonesia, Belanda, maupun Jepang—militer maupun sipil— dalam peristiwa-peristiwa keseharian yang direkonstruksi dengan cukup detil.


Sudut Pandang Albertus Soegijapranata sebagai Bingkai Cerita

Film ini berjudulkan nama, tapi bukan sebuah film biografi. Begitulah memang adanya, dan apa boleh dikata, kejeniusan seorang Garin Nugroho-lah yang ada dibalik semua ini. Film ini bukan menerangkan mengenai riwayat kehidupan seorang Romo Soegija tapi lebih kepada bagaimana kisahnya membingkai begitu banyak dan beragam kisah-kisah kecil lain di sekitarnya dengan kapasitasnya sebagai seorang pemuka agama, sekaligus penjujung tinggi misi kemanusiaan yang waktu itu sedang terombang-ambing penuh ketidak pastian.



Mulai dari kisah Lingling (Andrea Reva), yang merupakan seorang gadis kecil etnis Tionghoa Semarang yang ibunya menjadi korban kekejaman Jepang. Bagian kisah ini sedikit memroyeksikan pandangan kita kepada istilah fujinkau, perempuan-perempuan—kebanyakan dari etnis Tionghoa— yang diculik lalu dipekerjakan paksa sebagai pemenuh kebutuhan biologis serdadu-serdadu Jepang yang kerap kali diperlakukan diluar batas kemanusiaan. Beruntunglah kisah ini berakhir melegakan —dengan sedikit suntikan nilai Katolik— Lingling dipertemukan kembali dengan ibunya selepas berdoa untuk itu bersama Mariyem.



Lalu ada juga kisah dua orang pemuda Belanda, yakni Robert (Wouter Zweers) dan Hendrick (Wouter Braaf)—yang membuat seorang teman saya tergila-gila pada film ini, dan jujur sebenarnya saya juga#bah— yang karakternya luar biasa berlawanan. Robert adalah seorang yang ambisius, keras dan bagaimana, ya? Pokoknya abstak lah, hampir setengah physco begitu. Ia selalu berambisi menjadi seorang penakluk dan mesin perang yang hebat namun akhirnya tersentuh setelah menemukan bayi tak berdosa yang mengingatkannya untuk kembali pulang, membuatnya rindu pada ibunya, membuat setidaknya sisi manusiawinya kembali.



Lain halnya dengan Hendrick, seorang dokumentator yang menemukan cintanya ditengah perang. Cinta yang tak kuasa ia miliki juga —karena perang— kepada seorang gadis pribumi, Mariyem (Anissa Hertami). Mariyem sendiri adalah seorang translator yang kerap membaca puisi-puisi buatan serdadu-serdadu Belanda di sebuah usaha percetakan milik kerabatnya yang kerap kali melecehkan martbat perempuan pribumi. Salah satu hal yang akhirnya membuatnya semakin membenci penjajah namun tak bisa ia pungkiri cintanya nyatanya berlabuh pada salah satu dari mereka, meski sebenarnya sosok Hendrick samasekali tak seperti mereka. Wajar saja Mariyem luluh karena sesungguhnya Hendrick adalah sosok soft hearted, 180 derajat berlawanan dengan Robert. Mereka berdua hanya sama-sama terjebak dalam perang, itu saja. Mereka samasekali tak mengharapkan ini, terutama karena inilah, kisah cinta mereka tak bisa saling memiliki. 



Andaikata saya yang menyutradarai film ini*bah* mungkin saya akan lebih menyoroti kisah ini sebagai kacamata sejarahnya. Ya, jadinya mungkin akan lebih seperti Titanic atau Pearl Harbor, romansa di tengah perang begitu hahaha… berhubung saya memang seorang yang lebih menganut aliran yang sentimentil semacam itu. Karena buat saya, dengan begitu kita akan dapat meresapi cerita tanpa perlu berusaha, bahkan tanpa perlu diminta, cara tahu yang jauh lebih nyaman untuk dinikmati.



Kisah yang tak bisa di pisahkan dari film ini jugalah tentang Pak Besut dan microphone-nya. Narasi sejarah yang beliau sampaikan yang sebenarnya merupakan skenario sebuah siaran radio sesungguhnya merupakan sebuah narasi sejarah yang amat menggelora. Mungkin kalau beliau mengisi narasi pengantar pelajaran sejarah di sekolah, tak ada yang bakal mengantuk jadinya. Benar-benar representatif terhadap siaran radio perjuangan yang sebenarnya yang memang dimaksudkan untuk membakar semangat juang gerilyawan-gerilyawan kita.

Selain Pak Besut dan microphone-nya ada juga Soegito dan orkestra mininya yang mengetuk hati seorang Nobuzuki (Suzuki) dengan Bengawan Solo-nya. Juga cerita tentang anak-anak yang terpaksa tumbuh dalam perang, yang justru membawa kesegaran dan tawa kedalam film ini dengan tingkah mereka yang memaksa saya tertawa sampai keluar air mata. Apalagi adegan yang ini; "Prajurit itu kudu iso moco, tusuk A!" wkwk... koplak sumpah!


Bukan Bentuk Kristenisasi

Benar memang kalau beranggapan bahwa film ini diproyeksikan kedalam latar yang berbau Katolik. Dari ceritanya saja, mengisahkan kehidupan di sekitar gereja dengan bingkai cerita berupa kronik seorang Uskup pribumi. Mayoritas tokohnya pun berlandaskan iman yang sama, namun unsur Katolik yang anda temukan dalam film ini tidaklah sekeras espektasi anda ketika melihat teaser-nya tanpa suara yang banyak menampilkan setting-setting altar sekitaran Gereja.

Film ini sebagaimana yang dipaparkan oleh sebuah ungkapan seorang Mgr. Soegijapranata sendiri yang membukanya, adalah mengenai kemanusiaan. Film ini juga tak bermain dengan emosi. Ini bukan semata film yang menyoroti sebuah kisah sebagai kacamata sejarah semacam Titanic yang beraliran Romantis-Sentimental. Kisah semacam Titanic sangat melibatkan emosi karena kita disuguhkan sebuah cerita dimana kita akan sangat mendalami karakter tokoh utamanya. Sedang dalam “Soegija” kita tak diperkenankan mendalami karakter tokoh manapun. Kita hanya sekedar dikenalkan, diperbolehkan untuk sedikit mencicipi tanpa bisa terlampau jauh menikmati. Namun dari sanalah, film ini justru menuntut pengertian kita sendiri untuk mendalami nilai kemanusiaan secara murni.

Kurang lebih, karena itulah saya tidak setuju jika film ini dianggap sebagai Kristenisasi. Karena saya sempat dengar desas-desus film ini hendak di boykot karena mengandung unsur Kristenisasi. Pertama, Kristen, atau Katolik dalam hal ini, adalah salah satu agama yang diakui secara resmi di negara kita. Toh tidak sepantasnya jika film ini harus menuai protes hanya karena mengatasnamakan kaum minoritas. Yang kedua film ini jelas hanya ‘bernuansa’ bukan ‘bernafaskan’ Kristen. Kreator dan orang-orang yang terlibat didalamnya pun banyak yang merupakan budayawan, orang-orang yang umumnya memandang dunia dari sudut pandang mereka yang idealis, bukan mendukung atau bahkan berkiblatkan pada sebuah norma atau ajaran tertentu. Dari pada soal agama, film ini menurut saya lebih mengisahkan segi budaya. Bagaimana dengan anda? Segera simpulkan setelah anda menontonnya.

“Soegija” adalah sebuah kisah yang sudah baik sebagaimana adanya. Sudut pandang yang ditampilkan disini adalah yang menjadi unggulannya. Bagaimana seorang Uskup yang notabene adalah seorang pemuka Agama yang mayoritas dianut justru oleh golongan penjajah ini menghadapi peliknya suasana peperangan. Suasana yang mengharuskan dirinya menjadi teladan, sekaligus jajaran orang-orang yang semestinya pertama berkorban. Suasana yang menempatkannya dalam posisi yang sulit ketika dalam waktu yang sama dia harus membela hak umatnya sekaligus menolong mereka yang membutuhkan pertolongan, tanpa memandang mereka dari sudut manapun sebagaimana yang ia katakan bahwasanya ‘Kemanusiaan adalah Satu’.

***

Penasaran karena ocehan yang saya sampaikan diatas terlalu konyol dan berputar-putar? Tontonlah sendiri hohoho~

sebenarnya saya berniat menampilkan teasernya disini, tapi sayangnya belum bisa karena suatu masalah teknis. Tapi pemaparan saya diatas sudah cukup gamblang tentunya untuk ukuran sebuah review yang tak dilengkapi teaser~

Mungkin di lain kesempatan akan saya lengkapi.

Oh, iya! Adegan favorit saya yang tertayang disini adalah ketika Hendrick ke Hotel Asia dan dia nyanyi Als de Orchideeën Bloien bareng ibu-ibu resepsionis hotel yang nyanyi versi bahasa Indonesianya (Bunga Anggrek) dan ngiringin nyanyiannya Hendrick pakek Kentrung. HUAAHHHH XDD



Dan seperti biasa, sebuah soundtack untuk menutup sebuah review. Kali ini saya berikan salah satu yang sangat spesial untuk anda, cukup romantis kalau menurut saya.


Als de Orchideeën Bloien

Bunga Anggrek

Als de orchideeën bloeien
Denk ik steeds terug aan jou
Dan denk ik aan de zoete tijden
Hoe ik zoveel van je hou
Als de orchideeën bloeien
Ween ik vaak van liefdesmart
Want ik kan niet bij je wezen
g’lijk weleer, mijn lieve schat
Maar nu ben je van een ander
Voorbij is de romantiek
Kom toch terug bij mij weder
Jou vergeten kan ik niet
Als de orchideeën bloeien
dan denk ik terug aan jou
Denk toen aan die zoete tijden
toen je zei: Ik hou van jou

Artinya kurang lebih mengisahkan tentang perpisahan karena cinta yang tak bisa memiliki. Seorang gadis yang merana ditinggal kembali pria yang dicintainya ke negeri asalnya ktika perang usai. Lagu ini klop banget sama ceritanya Hendrick dan Mariyem, terlebih dari sudut pandang seorang awam perfilman seperti saya yang berusaha menikmati cerita ditengah segala keterbatasan kepekaan yang saya punya. Meskipun romansa dalam film ini hanya sekedar selentingan, tetap inilah yang membuat saya jatuh cinta.